REMBANG, Lingkarjateng.id – Dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional 2025, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang menggelar Seminar Kajian Koleksi: Pawon Kartini, Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari serangkaian acara edukatif dan kultural yang dilaksanakan oleh Museum RA Kartini Kabupaten Rembang.
Seminar yang berlangsung di Pendopo Museum RA Kartini ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Rembang, perwakilan museum dari wilayah Rembang, serta museum-museum se-Pakujembara (Pati, Kudus, Jepara, Grobogan, dan Demak).
Dua narasumber kompeten dihadirkan untuk memperkaya wawasan peserta seminar. Putri Novita Taniardi, S.Ant., M.A. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan materi berjudul “Warisan Budaya Dapur Kartini: Fungsi, Nilai, dan Pelestarian”. Sementara Hadmadi Agung Suryono, S.S. dari Tim Archapala membahas “Ruang yang Menopang: Mengungkap Kehidupan Domestik Budaya Jawa”.
Kepala Dinbudpar Rembang, Mutaqin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan museum sebagai tempat yang menarik dan edukatif bagi semua kalangan.
“Semoga kegiatan hari ini dan tiga hari ke depan betul-betul bisa menjadi magnet. Orang-orang mau dan tambah semangat berkunjung ke museum. Jangan sampai museum kesannya angker, menakutkan, kuno,” ungkap Mutaqin.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya terus berinovasi agar museum mampu mengikuti perkembangan zaman dan diminati generasi milenial serta Gen Z.
Sementara itu, Dewan Pakar Asosiasi Museum Daerah (AMIDA) Jawa Tengah, Djoko N. Witjaksono yang turut hadir dalam seminar ini menegaskan pentingnya museum sebagai sumber pengetahuan sejarah kota.
“Museum adalah jendela dari jejak perjalanan panjang sejarah suatu kota. Kajian koleksi seperti ini adalah bagian dari fungsi museum dalam mengembangkan informasi dan nilai dari benda koleksi,” ujar Djoko.
Ia berharap kegiatan serupa juga dapat dilakukan oleh museum-museum lain di wilayah Pakujembara guna memperkaya narasi sejarah lokal.
Dengan digelarnya seminar ini, Dinbudpar Rembang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengomunikasikannya secara kontekstual kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.
Sebagai tambahan informasi, Dalam rangka Hari Museum Nasional 2025 Dinbudpar Rembang menggelar berbagai kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 10 hingga 12 Oktober 2025, di antaranya Pameran Temporer Museum RA Kartini, Seminar Kajian Koleksi Pawon Kartini, belajar menari, belajar membatik, Workshop Desain Kebaya Kartini, Sosialisasi Museum, dan Lomba Edukatif Kultural.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Sekar S






























