BATANG, Lingkarjateng.id – Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, melantik enam pejabat administrator di Aula Kantor Bupati Batang pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Enam pejabat yang dilantik meliputi Ahmad Fathoni sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dwi Marendra sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil.
Sudarno kini menjabat sebagai Sekretaris Dispermades, Nona Yulistiani Suyono jabatan baru sebagai Kabid Infrastruktur Pengembangan Wilayah Baperinda, Muh Luthfi sebagai Kepala Bidang Pengairan DPUPR, dan Cahyo Wiyato menjabat sebagai Kepala Bidang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Diskominfo Batang.
Bupati Faiz menjelaskan bahwa pelantikan ini sempat tertunda karena menunggu rekomendasi Kementerian Dalam Negeri, terutama untuk posisi yang berkaitan dengan Dukcapil.
“Penyegaran jabatan adalah hal yang wajar dan perlu dilakukan, terutama bagi mereka yang sudah lebih dari lima tahun menduduki posisi tertentu. Ini bertujuan agar muncul semangat baru, tantangan baru, sekaligus ruang pengabdian yang lebih luas,” jelasnya.
Ia menegaskan aparatur sipil negara (ASN) harus siap menghadapi dinamika penugasan serta memiliki kompetensi generalistik. Selain itu, Faiz meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyusun lima agenda prioritas yang terukur dalam kurun waktu lima tahun.
“Kenapa hanya lima, karena kita tahu, lima tahun bukan waktu yang panjang. Tidak semua masalah bisa diselesaikan sekaligus. Maka, buatlah prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, agenda prioritas harus bersifat strategis dan memiliki dampak nyata. Ia mencontohkan pengembangan kawasan penyangga industri di Gringsing dan Banyuputih sebagai contoh prioritas makro yang harus di-breakdown menjadi proyek nyata seperti alun-alun, pasar, hingga penerangan jalan umum.
“Dengan begitu, kerja kita lebih terarah, terukur, dan mudah dievaluasi. Setiap rapat, OPD cukup membawa dokumen itu untuk kita checklist progres per tahun,” ungkapnya.
Bahkan, target yang ditetapkan tidak hanya menyasar capaian fisik, melainkan juga dampak ekonomi. Ia menargetkan peningkatan perputaran ekonomi kawasan industri dari Rp300 miliar menjadi Rp600 miliar per tahun hingga 2029.
“Semua OPD wajib punya tujuan strategis lima tahun, milestone tahunan, serta indikator output dan outcome yang terukur,” ujarnya.
Faiz mengajak seluruh ASN di Batang untuk mengubah pola kerja birokrasi yang hanya berfokus pada rutinitas, menjadi sistem kerja yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kerja kita jangan hanya berhenti pada kata selesai. Tapi harus meninggalkan jejak jelas bagi Kabupaten Batang yang lebih maju, tertata, dan sejahtera,” pungkasnya.
Sumber: Pemkab Batang
Editor: Rosyid






























