JEPARA, Lingkarjateng.id – Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi. Menurutnya, persoalan air bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pertanian.
Karena itu, pembangunan irigasi menjadi prioritas agar air dapat mengalir sepanjang tahun dan dimanfaatkan secara optimal oleh para petani, sehingga dapat mewujudkan swasembada sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Jepara.
“Upaya ini tentu mampu bisa meningkatkan produktivitas, dan kami mengajak teman-teman untuk meningkatkan produktivitas pangan. Kita benar-benar ingin mengurus petani supaya makmur sesuai dengan cita-cita Presiden RI. Jangan air yang sudah banyak hanya lewat dan mengalir ke laut. Air harus dimanfaatkan untuk pertanian,” kata Mas Wiwit saat meninjau sejumlah irigasi pertanian di Desa Clering dan Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, pada Selasa, 23 September 2025.
Mas Wiwit mengungkapkan bahwa, Kabupaten Jepara tahun ini memperoleh alokasi anggaran dari program Instruksi Presiden (Inpres) bidang irigasi sebesar Rp81 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat jaringan irigasi di sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara.
“Kita fokuskan pada sektor pertanian. Tolong dicatat oleh dinas pertanian agar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan air yang mengalir sepanjang tahun, produktivitas pangan bisa meningkat dan petani lebih sejahtera,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, turut mendampingi Plt. Kepala Diskominfo Jepara Edy Marwoto, Plt. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Agus Bambang Lelono, Sejumlah Kabag Setda Jepara, Forkopimcam Donorojo, dan pemangku kepentingan terkait.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar S































