SEMARANG, lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelar rapat terbatas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Gubernur, Kamis (14/8/2025), untuk membahas perkembangan situasi pasca aksi massa besar-besaran di Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025).
“Perkembangan situasi kita bahas secara detail. Situasi wilayah Pati kondusif,” ujar Luthfi seusai rapat.
Ia menegaskan seluruh aspirasi masyarakat telah difasilitasi melalui DPRD Kabupaten Pati, dan hasil pembahasan diperkirakan dapat diketahui dalam waktu 60 hari.
Meski persoalan tersebut menjadi kewenangan DPRD kabupaten, Pemprov Jateng telah mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.
Sejumlah tim dari Biro Otonomi Daerah, Biro Ekonomi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Biro Kesejahteraan Rakyat, serta Dinas Kesehatan telah diturunkan ke Pati untuk memantau kondisi, menjaga kelancaran pelayanan publik, memastikan roda perekonomian dan investasi tetap berjalan, serta melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat.
Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga dilakukan melalui laporan situasi terkini. Tim dari Kemendagri, termasuk Inspektur Jenderal, telah berada di Pati untuk memantau langsung.
Luthfi menyebut peristiwa di Pati menjadi pembelajaran bagi seluruh bupati dan wali kota agar lebih memperhatikan dinamika kebijakan di daerah masing-masing.
Ia mencontohkan persoalan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sementara peran pemprov adalah memfasilitasi, melakukan koreksi, dan verifikasi.
Berdasarkan catatan Pemprov, Sekda Pati mengirim surat verifikasi terkait kebijakan PBB pada 12 April 2025.
Rapat bersama dengan Pemda Pati dilakukan pada 22 April 2025, menghasilkan tiga syarat yang harus dipenuhi: menunjuk pihak ketiga untuk asistensi atau kajian, memastikan kebijakan tidak membebani masyarakat, dan menyesuaikan dengan kemampuan wilayah.
“Sampai sekarang kajiannya belum selesai. Tapi kebijakan kenaikan PBB sudah dicabut. Tinggal kita lakukan pembinaan ke depan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Luthfi.
Jurnalis : hms/Syahril M
Editor : Anas M


































