KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang intensif mempersiapkan para atletnya menjelang ajang Pra-Porprov Jawa Tengah (Jateng) 2025 yang akan digelar Juli hingga September mendatang.
Salah satu langkah yang ditempuh KONI Kabupaten Semarang adalah dengan melaksanakan tes fisik massal yang diikuti ratusan atlet lintas cabang olahraga (cabor).
Berlokasi di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, sebanyak 273 atlet dari 40 cabor menjalani serangkaian uji kebugaran yang dirancang untuk mengevaluasi dan mengukur kesiapan fisik mereka sebelum berlaga di tahap kualifikasi menuju Porprov 2026.
Ketua KONI Kabupaten Semarang, Dodi Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing atlet daerah.
“Pada tes fisik ini kami sengaja menggandeng Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran sebagai operator pelaksana tes fisik para atlet,” ujar Dodi, Selasa, 8 Juli 2025.
Menurut Dodi, terdapat 12 indikator utama yang menjadi fokus dalam tes fisik kali ini, antara lain fleksibilitas, power otot lengan dan tungkai, keseimbangan, koordinasi, kecepatan, daya tahan otot dan kardiorespirasi (VO2Max).
“Hasil kegiatan hari ini akan diolah oleh UNW dan untuk selanjutnya diserahkan kepada KONI, dan laporan tersebut akan digunakan oleh masing- masing cabor sebagai acuan untuk memonitor peningkatan fisik para atlet-atletnya,” jelasnya.
Dodi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan tes fisik sebagai agenda berkala dan berkelanjutan, bukan hanya menjelang kompetisi besar. Tes lanjutan bahkan telah dijadwalkan untuk digelar pada Mei atau Juni 2026 menjelang Porprov.
Sementara itu, atlet taekwondo Kabupaten Semarang, Bintang Nabila, mengaku sudah terbiasa dengan latihan fisik intensif sehingga tidak memiliki persiapan khusus untuk tes kali ini.
“Penting sekali bagi saya untuk tes fisik ini, karena fisik akan menentukan para atlet-atlet termasuk saya untuk menghadapi kualifikasi Pra-Porprov tersebut, termasuk tes fisik ini bagi kami seorang atlet juga sebagai penunjang prestasi kami yang merupakan atlet-atlet KONI Kabupaten Semarang,” katanya.
Senada, atlet bola voli pasir, Fian Nugraha Yunansyah, mengatakan bahwa bahwa dalam kegiatan ini ia telah melaksanakan serangkaian tes fisik yang diwajibkan.
“Seperti vertikal jump, keseimbangan, koordinasi untuk melatih otak kanan dan otak kiri, sprint 30 meter hingga tes kekuatan otot tangan itu sudah saya lakukan semuanya, dan untuk cabor bola voli pasir ini total ada 12 indikator kebugaran yang diambil dari para atlet dalam kegiatan tes fisik KONI Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid

























