JEPARA, Lingkarjateng.id – Sebanyak 15.120 guru TPQ, madrasah diniyah, satuan pendidikan formal swasta, dan pondok pesantren di Kabupaten Jepara menerima bantuan kesejahteraan melalui program Kartu Guru Sejahtera. Total anggaran yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Jepara mencapai Rp21,168 miliar.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar saat menghadiri Jepara Berselawat di Masjid Baitul Muqorrobin, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara, Senin malam, 24 Agustus 2026.
Ary mengatakan bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Pemkab Jepara terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pendidik di lembaga pendidikan swasta.
“Alhamdulillah tahun ini Pak Bupati sudah menyerahkan Kartu Guru Sejahtera yang menjangkau 15.120 guru dari TPQ, madrasah diniyah (Madin), satuan pendidikan formal swasta, dan pondok pesantren. Masing-masing guru menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta, dengan total anggaran mencapai Rp21,168 miliar,” jelasnya.
Ary mengatakan jumlah penerima tahun ini meningkat dibandingkan 2025. Pada tahun sebelumnya, bantuan diberikan kepada 10.827 guru dengan total anggaran Rp19,488 miliar.
Menurutnha, dukungan terhadap pendidikan dan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan pemerintah bersama masyarakat. Pemerintah memiliki kewajiban menjalankan pelayanan publik, membangun infrastruktur, serta membuat kebijakan yang berdampak terhadap kesejahteraan warga.
“Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk bekerja, memberi pelayanan, membangun infrastruktur, membuat kebijakan yang bermanfaat demi kesejahteraan masyarakat. Namun itu semua tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ary juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat menjalankan amanah serta merealisasikan pembangunan sesuai kebutuhan warga.
Jepara Berselawat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang digelar di 16 kecamatan. Kegiatan di Kecamatan Jepara tersebut menjadi pelaksanaan kelima dengan mengusung tema “Bersama Umat, Membangun Jepara yang Religius dan Berkah”.
Penceramah K.H. Sutrisno Abdullah mengingatkan pentingnya hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga mendorong pemerintah untuk terbuka terhadap kritik serta masukan warga.
“Apabila pemerintahannya jujur, insya Allah masyarakatnya makmur. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, ‘Jika aku berbuat baik, bantulah aku; dan jika aku berbuat salah, luruskanlah aku’. Untuk itu saya harap pemerintah juga mau mendengarkan masukan dari masyarakatnya,” tuturnya.
Jurnalis: Lingkarkateng Group Network
Editor: Rosyid






























