JEPARA, Lingkarjateng.id – Kebaradaan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) yang dibangun di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara menjadi harapan baru bagi keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
Salah satunya dirasakan keluarga tukang mebel asal Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Sahid (43) yang kini menyekolahkan putrinya di sekolah berasrama tersebut.
Putri ketiganya, Natasya Salsatun Putri (7), menjadi salah satu dari 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT Jepara, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Sahid merasa bersyukur putrinya bisa diterima di Sekolah Rakyat. Sebagai keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), ia mengatakan tidak perlu mengeluarkan biaya sejak proses pendaftaran hingga anaknya mengikuti MPLS.
“Kalau dulu dua kakaknya Tasya kita sekolahkan dengan kemampuan seadanya di sekolah swasta, kalau ini benar-benar gratis. Jelas sangat membantu keluarga seperti kami ini,” ujar Sahid yang saat ini merantau bekerja di Bali.
Ia pun berharap kesempatan tersebut menjadi pintu bagi putrinya untuk meraih pendidikan lebih tinggi. Terlebih, pendidikan di SRT dirancang berkelanjutan hingga jenjang SMA.
“Ini nanti kan sekolahnya lanjut terus sampai SMA. Semoga nanti juga bisa kuliah gratis dan anak saya dan keluarga kami punya masa depan lebih baik,” harapnya.
Sementara bagi Natasya, sekolah barunya memberikan pengalaman berbeda. Siswi yang akrab disapa Tasya itu mengaku senang melihat lingkungan sekolah yang luas dan gedung bertingkat.
“Senang sekali. Ini juga dapat teman baru, baik-baik anaknya,” kata Tasya.
MPLS dibuka Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid dan turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara Diyar Susanto yang mewakili Bupati Jepara, Kepala Dinsospermades Muh Ali, serta perwakilan Kemensos dan Kementerian PUPR.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengatakan bahwa, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan kategori Desil 1 dan Desil 2.
Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen penting untuk membuka peluang anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus mengangkat kondisi ekonomi keluarganya.
“Presiden Prabowo juga menyampaikan optimistisme itu. Nanti di akhir tahun kita lihat, pasti anak-anak ini prestasinya bagus karena kita tunjang dengan fasilitas yang sangat lengkap,” ujarnya.
Ia menyebutkan fasilitas yang tersedia di SRT yang dikelola Kementerian Sosial RI tersebut mencakup asrama, ruang belajar, perangkat teknologi seperti laptop dan iPad, hingga sarana olahraga.
Abdul Wachid menilai keberadaan Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan di Jepara. Hal ini terlihat pada tingginya minat masyarakat saat penerimaan siswa baru.
“Pendaftaran saja overload, terutama untuk SMP dan SMA. Kuota dibatasi 90 orang, tetapi yang mendaftar sampai 160. Artinya, kategori Desil 1 dan Desil 2 di Jepara masih banyak. Masyarakat masih membutuhkan program seperti ini,” jelasnya.
Pada 2025, tercatat 166 Sekolah Rakyat rintisan tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota dengan total 15.954 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 3.025 siswa jenjang SD, 6.134 siswa SMP, dan 6.765 siswa SMA.
Untuk Jawa Tengah, terdapat 11 Sekolah Rakyat permanen. Abdul Wachid menyebut SRT Jepara menjadi satu-satunya yang memiliki kelengkapan jenjang pendidikan tersebut.
Ia menambahkan, DPR RI akan terus melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang berada di bawah Kemensos. Pada 2026, kata dia, Kemensos menyiapkan 104 Sekolah Rakyat Tahap II Permanen.
“Pembangunan fisik dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian PUPR, sedangkan kebutuhan guru dan tenaga pendidik disiapkan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sekolah Rakyat Jepara berpeluang dikembangkan pada tahun berikutnya. Kesiapan lahan menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan tersebut dan sudah disiapkan oleh Bupati Jepara,” katanya.
Dirinya berharap para siswa Sekolah Rakyat kelak mampu mencapai berbagai profesi dan menjadi generasi yang membawa keluarganya keluar dari kemiskinan.
“Saya berharap ke depan anak-anak inilah yang akan mengangkat derajat orang tua dari kemiskinan. Mereka berpeluang menjadi pengusaha sukses, bupati, gubernur, DPR, bahkan bisa jadi presiden,” katanya.
Di sisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jepara, Diyar Susanto mengatakan bahwa, Pemkab Jepara memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah pusat di bidang pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terpadu, dan revitalisasi sarana pendidikan.
Disamping itu, kata dia, Pemkab Jepara juga memiliki program afirmasi pendidikan melalui Kartu Sarjana Jepara.
“Jepara sangat mendukung pendidikan. Kita nanti rencanakan sering ke SR ini semisal agenda olahraga atau joging di sini, sekaligus untuk menyemangati anak-anak,” tuturnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar






























