SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mendorong penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur yang selama ini belum produktif untuk ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya, lahan tersebut dapat dioptimalkan dengan metode budidaya yang adaptif, termasuk penanaman padi di lahan kering.
Robby mengatakan kelompok tani perlu mendapatkan pelatihan agar mampu mengembangkan budidaya padi lahan kering sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi pangan di Kota Salatiga.
“Kelompok tani dapat diberikan pelatihan menanam padi di lahan kering. Lahan yang tidak produktif bisa dimanfaatkan untuk budidaya padi lahan kering. Di samping itu, ada program ketahanan pangan melalui penanaman padi dalam pot,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 26 Juni 2026.
Selain memperkuat ketahanan pangan, Robby juga meminta seluruh lurah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem jemput bola dalam pendataan warga. Ia menegaskan lurah bersama anggota Linmas harus aktif turun ke lapangan untuk memperoleh data riil yang menjadi dasar penyusunan program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Lurah harus aktif dan tidak pasif. Melalui Linmas, lakukan pendataan riil terkait jumlah sekolah, siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah,” tegasnya.
Robby juga menyoroti pentingnya pemberdayaan generasi muda melalui Karang Taruna. Menurutnya, pemuda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital.
Karang Taruna didorong mengikuti pelatihan konten kreator yang diselenggarakan paguyuban warga Salatiga sebagai bekal keterampilan baru. Selain itu, masyarakat juga diharapkan memanfaatkan Rumah Dilan sebagai pusat pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi yang dapat membuka akses permodalan.
“Ikuti pelatihan konten kreator yang diselenggarakan paguyuban warga Salatiga sebagai tambahan keterampilan. Selain itu, manfaatkan Rumah Dilan sebagai sarana pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat yang nantinya juga dapat diarahkan pada akses permodalan,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar




























