SEMARANG, Lingkarjateng.id – Penyelenggaraan Semarang Great Sale (Semargres) 2025 mencatat nilai transaksi sebesar Rp 597 miliar. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan capaian tahun 2024 yang hanya sekitar Rp 311 miliar.
Ketua Panitia Semargres 2025, Tanti Aqsha, mengungkapkan bahwa peningkatan ini tak lepas dari keterlibatan 510 gerai yang tersebar merata di Kota Semarang. Selama periode pelaksanaan 1-31 Agustus 2025, tercatat 4.200 kupon undian terkumpul dari berbagai tenant peserta.
“Gerai yang bekerja sama dengan Semargres 2025 pun lebih beragam dan hampir merata. Mulai dari mal, supermarket, toko swalayan, hotel, rumah sakit, restoran, hingga pedagang-pedagang di pasar tradisional,” ujar Tanti saat penyerahan hadiah kepada pemenang undian Semargres di halaman Balai Kota Semarang, Rabu, 17 September 2025.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Andrarasmara, menyebut peningkatan nilai transaksi tersebut sebagai bukti bahwa pelaksanaan Semargres semakin matang dari tahun ke tahun.
“Kalau kita ini transaksinya berdasarkan ‘database’ kupon yang masuk gitu ya. Padahal, kalau banyak yang beli tapi mereka malas menukarkan, mungkin (kalau semua menukar kupon) hampir Rp 1 triliun (total transaksi),” ujarnya.
Arnaz optimistis Semargres akan terus berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Insyaallah tahun depan bisa lebih baik lagi. Kami melakukan ini jujur untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan gelaran tahunan ini.
Ia menegaskan bahwa Semargres merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Terima kasih kepada Kadin Kota Semarang, seluruh panitia, dan tentu para tokoh yang selama ini mengawal Semargres. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada tenant-tenant yang mendukung pelaksanaan Semargres,” ucap Iswar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tahun ini menjadi kali ke-13 Semargres digelar sejak pertama kali dilaksanakan pada 2012. Menurutnya, Semargres telah menjadi strategi jitu untuk mendorong daya beli masyarakat.
“Dengan semangat loyalitas yang sangat tinggi, dengan dedikasi kepada Kota Semarang, para panitia berupaya agar kemudian ekonomi di Kota Semarang dapat stabil,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid
































