SALATIGA, Lingkarjateng.id – Antrean panjang masih menjadi salah satu keluhan masyarakat dalam mengakses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Salatiga. Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meminta BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan mempercepat sekaligus meningkatkan mutu pelayanan peserta JKN.
Robby menegaskan stigma negatif terkait antrean dan pelayanan JKN harus dijawab dengan perbaikan nyata. Ia mendorong penguatan sinergi BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan Pemkot Salatiga.
“BPJS Kesehatan bersama seluruh pemangku kepentingan harus mampu membuktikan bahwa pemanfaatan layanan JKN tidak seperti stigma negatif yang dirasakan masyarakat. Perlu ada kolaborasi dan sinergi yang solid antara BPJS Kesehatan dengan FKTP maupun FKRTL,” kata Robby dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis, 3 September 2026.
Untuk memangkas antrean, Robby mendorong optimalisasi mobile JKN dan antrean daring. Ia juga meminta pelayanan dibuat lebih ramah bagi kelompok rentan serta memastikan pemerataan akses dan mutu layanan kesehatan.
“Saya minta Dinas Kesehatan memastikan kualitas pelayanan. Sementara Dinas Sosial memperkuat pendataan masyarakat yang membutuhkan jaminan kesehatan,” ujarnya.
Robby juga menekankan kepastian penanganan persalinan dengan mengutamakan keselamatan ibu dan bayi serta kemudahan akses JKN bagi penduduk yang tinggal sementara di Salatiga.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Sri Mugirahayu menyampaikan kepesertaan JKN di Kota Salatiga telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), berkat dukungan Pemerintah Kota Salatiga. BPJS Kesehatan juga terus mendorong penerapan Janji Layanan JKN, penggunaan NIK/KTP, dan optimalisasi Mobile JKN untuk memudahkan peserta.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan inovasi dan kemudahan akses layanan digital agar setiap peserta JKN di Kota Salatiga mendapatkan kepastian serta mutu pelayanan kesehatan terbaik tanpa kendala administrasi,” ujarnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar































