DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan kesejahteraan kepada ratusan tenaga kependidikan non-aparatur sipil negara (non-ASN) se-Kota Wali.
Bantuan kesejahteraan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Demak, Eisti’anah, kepada perwakilan penerima manfaat di Pendopo Satya Bhakti Praja pada Jumat, 18 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Eisti’anah memberi apresiasi kepada tenaga kependidikan non-ASN yang telah menunjukkan dedikasi tinggi di tengah keterbatasan hak dan fasilitas dibandingkan ASN.
Ia mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan tersebut adalah bentuk perhatian dan dukungan nyata dari Pemkab Demak bersama BAZNAS agar para tenaga kependidikan tetap semangat mengabdi untuk memajukan pendidikan.
“Ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan, sekaligus sebagai ucapan terima kasih kepada para tenaga pendidik non-ASN yang telah berperan besar dalam mencerdaskan anak-anak, khususnya di Kabupaten Demak,” katanya.
Eisti’anah berharap program bantuan tersebut terealisasi secara berkelanjutan sehingga dapat menjangkau lebih banyak penerima.
“Kami harapkan program ini dapat menjangkau seluruh tenaga pendidik non ASN, karena tenaga pendidik ini jumlahnya memang sangat banyak, semoga ke depan bisa diberikan secara berkala,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BAZNAS Demak, Bambang Soesetiarto, mengatakan bahwa bantuan diberikan berupa insentif yang diberikan kepada 220 tenaga pendidik non-ASN dengan nominal masing-masing Rp 1 juta.
“Bantuan insentif ini merupakan bagian dari program Demak Cerdas yang memang kami arahkan untuk mendukung sektor pendidikan. Saat ini jumlah penerima ada 220 orang, dan kami tentu berharap ke depan jumlah ini akan terus bertambah,” katanya.
Ia menyebut data penerima bantuan intensif diperoleh langsung dari laporan masing-masing korwil di wilayah Kabupaten Demak.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan beasiswa produktif sebesar Rp 700 ribu per bulan dalam satu tahun kepada 29 mahasiswa program sarjana yang telah melewati proses seleksi.
“Untuk beasiswa sarjana ini, telah dilaksanakan proses seleksi yang ketat. Dari hasil seleksi tersebut, sebanyak 29 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima manfaat,” ujarnya.
Bambang berharap di tahun mendatang cakupan program ini bisa semakin luas sehingga lebih banyak tenaga kependidikan yang dapat merasakan manfaatnya.
“Karena ini menjadi komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Kabupaten Demak yang berprestasi dan produktif,” tutupnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid






























