PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan meminta seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan ibadah haji memperkuat koordinasi dan meningkatkan mutu pelayanan jemaah.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, saat evaluasi pelaksanaan haji 2026 sekaligus persiapan musim haji 2027 digelar di Permata Room Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Rabu, 26 Agustus 2026.
Balgis mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala selama pelaksanaan haji tahun ini dan menyusun langkah perbaikan sebelum penyelenggaraan berikutnya.
“Evaluasi ini bukan untuk mencela-cela, tetapi kita akan mencari solusi terbaik apa saja kendala-kendala yang terjadi pada penyelenggaraan haji tahun 2026 kemarin sehingga kita bisa menemukan solusi dan langkah-langkah perbaikan yang perlu kita lakukan,” kata Balgis.
Menurutnya, pembenahan perlu mencakup seluruh tahapan pelayanan, mulai dari persiapan keberangkatan, pembinaan dan manasik, pemeriksaan kesehatan, transportasi, akomodasi, konsumsi, keamanan hingga proses kepulangan jemaah.
Balgis turut mengapresiasi pelaksanaan pelayanan haji 2026. Ia menilai sektor konsumsi menjadi salah satu bagian yang menunjukkan perkembangan positif dibanding pelaksanaan sebelumnya.
“Tadi juga saya sempat berbicara dengan Kemenhaj Provinsi Jawa Tengah untuk penyelenggaraan haji secara umum di tahun 2026 kemarin kalau dikasih rating mungkin tadinya sudah 9,9,” ujarnya.
Ia menilai capaian tersebut perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan agar kualitas pelayanan pada musim haji mendatang semakin baik.
Dalam persiapan 2027, Balgis mengingatkan petugas dan seluruh pihak yang terlibat untuk mengedepankan sikap sabar, profesional, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Karakter jemaah yang beragam juga dinilai membutuhkan pendekatan pelayanan yang tepat.
“Bekalnya untuk melayani ini mungkin cuma dua: sabar dan tawakal, karena kita melayani jemaah haji dari berbagai segmen dan juga berbagai perilaku dan bentuk masing-masing jemaah yang memiliki karakter yang berbeda-beda,” katanya.
Pembinaan calon jemaah juga menjadi perhatian. Selain kesiapan administrasi dan fisik, pemahaman manasik, kondisi mental, kesabaran, serta kemampuan menjaga kesehatan selama di Tanah Suci perlu diperkuat sejak sebelum keberangkatan.
Pada aspek kesehatan, Balgis meminta pemeriksaan dilakukan lebih dini dan menyeluruh. Calon jemaah yang masuk kategori perlu perhatian atau “warning” diharapkan menjalani pemeriksaan lanjutan agar potensi masalah dapat ditangani sebelum keberangkatan.
“Jangan sampai nanti sudah sampai di Asrama Donohudan, apalagi sampai di Arab, wah terus suruh kembali. Jadi mungkin kita perlu antisipasi lebih awal,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Pekalongan juga memberikan penghargaan kepada penyelenggara Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) terbaik. Penghargaan itu diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh KBIHU untuk memperbaiki kualitas pendampingan dan pelayanan.
“Harapannya nanti kalau tahun depan semua KBIHU-nya itu dapat penghargaan semua karena tadi sudah disampaikan kriterianya itu hanya ada empat item dan kami berharap semua bisa menyelenggarakannya dengan baik,” ujarnya.
Balgis menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan haji membutuhkan kerja bersama antara Pemerintah Kota Pekalongan, Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, petugas haji, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Dengan koordinasi yang kuat akan menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji ini,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid































