Batang (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten Batang menggandeng International Cultural Communication Center Indonesia (ICCCI) untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi di China.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, pada Jumat (21/8/2026). Pihak Pemkab Batang juga berencana menyiapkan 30 kuota beasiswa bagi generasi muda Batang untuk menempuh pendidikan di China.
Managing Director ICCCI, Loo Hui Ann mengatakan, terdapat berbagai bentuk kerja sama pendidikan yang dapat dikembangkan bersama Pemkab Batang dan para pemangku kepentingan.
“Program tersebut dapat mencakup pendidikan maupun pelatihan dengan durasi mulai dari beberapa bulan hingga tiga tahun. Kerja sama tersebut akan diarahkan mulai dari jenjang diploma hingga sarjana. Selain pendidikan vokasi, tersedia pula opsi program khusus untuk mempelajari bahasa Mandarin selama satu tahun,” jelasnya.
Menurut dia, program tersebut disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan industri yang berkembang di Batang. “Kalau kebutuhan dari industri itu singkat, jadi kita ada opsi lain yaitu satu tahun untuk belajar Mandarin. Sistem pendidikan di China yang ditawarkan lebih menitikberatkan pada pendidikan vokasi dan keterampilan.” ungkapnya.
“Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Penekanan skillful worker ini yang kita harapkan bisa menjembatani pihak pemerintah dengan academic field beriringan dengan industrial field,” harapnya.
Peluang bagi generasi muda Batang untuk melanjutkan pendidikan di China dinilai cukup terbuka. Saat ini, International Training Academy (ITA) disebut telah memiliki jaringan dengan sekitar 400 perguruan tinggi mitra di China. Peserta mendapat pilihan perguruan tinggi dan jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
“Sehingga kami bisa menempatkan ke perguruan-perguruan tinggi dengan jurusan-jurusan yang diminati atau yang dibutuhkan oleh industri. Selain beasiswa pendidikan, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan Training Center dan Service Center,” terangnya.
Kedua pusat tersebut diharapkan menjadi penghubung antara kebutuhan pengembangan SDM, dunia pendidikan, dan industri. Bahkan, terdapat rencana menghadirkan tenaga pengajar dari China untuk mendukung program pelatihan.
Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, kerja sama pendidikan tersebut perlu dikawal secara serius agar memberikan manfaat bagi generasi muda dan dunia industri di Kabupaten Batang.
“Kesempatan belajar di China bukan hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter dan kedisiplinan. Harus kita kawal secara sungguh-sungguh agar fokus ini sukses. Ini adalah kerja sama yang baik, artinya transformasi knowledge, transformasi teknologi, juga akan menjadikan transformasi kedisiplinan,” kata Suyono.
Ia berharap, generasi muda Batang yang memperoleh pendidikan di China nantinya dapat kembali dan menerapkan ilmu yang diperoleh di perusahaan-perusahaan yang berkembang di Kabupaten Batang.
“Harapannya ilmu baru yang diperoleh dari negeri China nanti bisa ditransformasikan dan diimplementasikan di perusahaan yang dari berbagai macam negara, khususnya dari Tiongkok yang datang ke Indonesia,” harapnya.***
Editor : Redaksi






























