JEPARA, Lingkarjateng.id – Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara dilatih ternak ayam petelur, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pelatihan ternak ayam petelur diselenggarakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Junarso, dengan menyasar KUBE yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 hingga 4.
Junarso mengatakan bahwa pelatihan peternakan ayam petelur merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, bantuan kepada kelompok masyarakat tidak cukup hanya berupa pemberian modal atau sarana, tetapi juga harus dibarengi dengan pengetahuan dan keterampilan.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha. Dengan pelatihan seperti ini, peserta tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola usaha secara mandiri,” ujarnya.
Menurut Junarso, budi daya ayam petelur memiliki peluang ekonomi yang cukup baik, karena telur merupakan salah satu kebutuhan pangan masyarakat yang permintaannya relatif stabil.
Keberhasilan usaha peternakan bukan dari kuantitas, tetapi mencakup pengelolaan kandang, pemberian pakan, kesehatan ternak, hingga pemasaran hasil produksi.
“Peserta harus memahami bagaimana memelihara ayam dengan baik, menghitung biaya produksi, menjaga kesehatan ternak, sampai bagaimana memasarkan telurnya. Ini penting agar usaha yang dijalankan benar-benar menghasilkan dan bisa berkembang,” terangnya.
Pihaknya berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembekalan saja. Kelompok penerima manfaat diharapkan mampu mempraktikkan ilmu yang diperoleh dan mengembangkan usaha secara bertahap.
“Harapannya nanti muncul kelompok-kelompok usaha yang benar-benar produktif. Kalau dikelola dengan baik, usaha ayam petelur ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan dan dalam jangka panjang meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.
Sementara itu, narasumber pelatihan, Lilik Stiyo Wibowo, memberikan materi teknik dasar budi daya ayam petelur. Peserta dibekali pemahaman mulai dari persiapan kandang, pemilihan dan pemeliharaan ayam, pemberian pakan, pengendalian penyakit, hingga penanganan hasil produksi.
Pelatihan juga menjadi momentum bagi peserta untuk memahami bahwa usaha peternakan membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang konsisten. Dengan pengetahuan yang memadai, risiko kegagalan usaha dapat ditekan sekaligus meningkatkan produktivitas ternak.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa
































