BLORA, Lingkarjateng.id – Tingginya intensitas curah hujan di Kabupaten Blora belakangan ini berdampak pada pengerjaan proyek pembangunan Embung Krangjati.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah (Pusdataru Jateng), Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan pihaknya tetap optimistis proyek tersebut rampung sesuai target meski intensitas hujan saat ini tinggi.
“Pembangunan tetap akan kita pacu. Ditarget selesai sesuai tanggal akhir kontrak, yaitu 28 November 2025. Meskipun hujan nanti tetap kita optimalkan waktu saat terang,” ujar Henggar, Senin, 3 November 2025.
Henggar mengungkapkan progres pengerukan dalam proyek embung tersebut mencapai lebih dari 90 persen. Sehingga, kata dia, fokus saat ini hanya di pengecoran dan penyelesaian proyek.
“Ini yang masih menjadi PR itu pengecoran. Jadi kita optimalkan agar dapat segera diselesaikan. Meskipun saat ini sudah mencapai 68 hingga 70 persen,” ungkapnya.
Dia mengatakan pembangunan embung seluas 5 hektare tersebut murni bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2025, tanpa APBN maupun APBD Kabupaten Blora.
Dari papan informasi proyek yang ada di lokasi menyebutkan anggaran pembangunan Embung Karangjati sebesar Rp8,5 miliar dengan waktu pengerjaan selama 145 hari.
“Untuk pembangunan semua dana dari APBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2025,” katanya
Kontraktor proyek pembangunan Embung Karangjati, Ali, menyebutkan cuaca saat ini menjadi kendala karena hujan turun hampir setiap hari.
“Salah satu usaha kita percepatan. Saya mendatangkan grosok, sirtu, puluhan rit. Pada dasarnya pengecoran tetap jalan. Jadi optimis tetap sesuai target,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid

































