DEMAK, Lingkarjateng.id – Memasuki musim tanam pertama (MT-1), para petani di Kabupaten Demak mulai mempersiapkan lahan untuk ditanami. Namun, kondisi cuaca yang masih cenderung kering dan belum turunnya hujan membuat petani khawatir terhadap ketersediaan air irigasi.
Saat ini, sejumlah saluran irigasi di wilayah Demak mulai teraliri air setelah gelontoran air dari Waduk Kedungombo dibuka sejak 15 September 2026. Aliran air tersebut mulai dimanfaatkan petani untuk mengolah lahan demi mempersiapkan MT-1.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian areal persawahan wilayah Demak bagian timur, seperti halnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, yang berada di sekitar saluran irigasi telah tergenang air.
Salah seorang petani di Desa Banjarsari, Bisri mengatakan wilayahnya termasuk dalam golongan awal yang akan memasuki MT-1. Menurutnya, para petani di wilayahnya akan memulai penanaman pada Oktober mendatang.
“Persiapan MT-1 ini di Banjarsari (Kecamatan Gajah). Ini termasuk golongan awal, ini nanti tanamnya bulan 10 (Oktober),” ujar Bisri.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa aliran air belum menjangkau seluruh areal persawahan. Khususnya lahan yang berada cukup jauh dari saluran irigasi.
“Petani ini pada ngeluh ini yang agak jauh airnya belum nyampe, kalinya ngga begitu penuh. Dibagi-bagi akhirnya menyusut, yang ujung itu kurang. Jadi ini ada yang belum teraliri, masih banyak yang belum kena air,” ungkapnya.
Ia menyebut, pelaksanaan MT-1 tahun ini terbilang mundur dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini mundur sedikitlah, paling nggak ini sekitar 20 hari, dibandingkan tahun kemarin,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, ia mengaku khawatir apabila hujan tidak juga turun hingga tanaman memasuki tahapan pemupukan.
“Temen-temen (petani) ini masih khawatir, banyak pertanyaan. Ini nanti kalau tidak ada hujan, ini musim tanam mulai ngabuk (pemupukan) kedua air itu gimana? bisa mumpuni atau tidak,” ujarnya.
Ia pun berharap pasokan air irigasi dapat terus mengalir dan menjangkau seluruh areal persawahan, sehingga petani dapat menjalankan MT-1 dengan optimal.
“Harapan dari petani, minta tolong airnya supaya lancar dan terpenuhi bagaimanapun caranya. Karena air belum mencukupi. Lima persen saja belum ada. Hanya yang dekat saluran irigasi yang sudah mendapatkan air,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network/M Burhanuddin Aslam
Editor: Sekar




























