REMBANG, Lingkarjateng.id – Sebuah kapal kayu jenis freezer yang masih dalam tahap pembangunan di galangan kapal Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, ludes terbakar pada Minggu, 2 Agustus 2026 dini hari. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp7 miliar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 01.45 WIB. Tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi enam menit kemudian dengan mengerahkan personel dan armada dari Pos Induk serta Pos Damkar Sedan.
“Petugas menerima laporan pada pukul 01.45 WIB dan langsung menuju lokasi pukul 01.51 WIB. Proses pemadaman baru dinyatakan selesai pukul 08.18 WIB karena api cukup sulit dikendalikan,” kata Luthfi pada Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan objek yang terbakar merupakan kapal kayu berukuran sekitar 19×8 meter yang sudah mencapai sekitar 90 persen proses pengerjaan. Kapal tersebut diketahui milik Muhammad Zahwa Sidiqi (24), warga Desa Bulu Jowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.
Berdasarkan hasil asesmen awal, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar galangan kapal.
Menurut Luthfi, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena karakteristik kapal freezer yang berbeda dengan bangunan biasa. Lambung dan dinding kapal yang terbuat dari kayu keras mampu menyerap panas sehingga api dapat merambat melalui rongga-rongga tersembunyi di balik dinding maupun dek kapal.
“Api tidak hanya terlihat di permukaan, tapi juga menjalar di ruang-ruang tersembunyi sehingga membutuhkan proses pendinginan dan overhaul agar benar-benar padam,” jelasnya.
Selain itu, ruang freezer dilengkapi lapisan insulasi tebal seperti polyurethane foam maupun polistirena yang mudah terbakar. Material tersebut menghasilkan asap pekat sekaligus memerangkap panas sehingga api sulit dipadamkan secara menyeluruh.
“Ketinggian kapal serta keterbatasan sumber air untuk memasok kebutuhan pemadaman juga menjadi kendala di lapangan. Karena itu proses pemadaman memerlukan waktu cukup lama,” tambahnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD mengerahkan 1 unit pemadam Pos Induk, 1 unit pemadam Pos Sedan, 2 unit mobil water supply Pos Induk, dan 1 unit water supply BPBD dengan total 13 ritase air ditambah 1 rit tangki berkapasitas 11 ribu liter.
Selain personel BPBD Bidang Damkar dan Bidang DLRR, penanganan juga melibatkan Polsek Sarang, Koramil Sarang, Redkar, serta masyarakat setempat.
Pihaknya juga menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian kebakaran unit kapal kayu jenis freezer diperkirakan mencapai sekitar Rp7 miliar.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar
































