KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal mengenalkan beragam potensi daerah saat Temu Sedulur Kendal di Pakuba Buana Central Park, Tembesi, Kota Batam, Minggu, 30 Agustus 2026.
Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Ahmad Syahrul Falah, mengatakan keberadaan komunitas warga Kendal di Batam dapat membuka peluang untuk memperluas pasar produk dan potensi Kendal termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf).
“Dari Disporapar tentunya juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan pariwisata. Kendal memiliki destinasi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.
Syahrul berharap warga Kendal di Batam yang tergabung dalam komunitas Perkumpulan Keluarga Batam Kendal (PKBK) ikut mengenalkan potensi daerah ke masyarakat di lingkungan perantauannya.
“Harapannya orang-orang Kendal yang ada di Batam tahu dan mengingat kembali bahwa Kendal memiliki berbagai potensi wisata dan lainnya, kemudian mereka bisa mempromosikannya kepada orang-orang yang ada di Batam,” tuturnya.
Di sisi lain, Syahrul juga mengharapkan agar kegiatan tahunan PKBK dapat dikembangkan dengan menghadirkan pertunjukan seni dan budaya asli Kendal, atau bazar yang menjual berbagai produk unggulan daerah.
“Yang diinginkan mereka itu nanti ada pertunjukan seni dan budaya asli Kendal, produk khas Kendal, bahkan investasi yang bisa ditawarkan secara luas di Batam,” ungkapnya.
Menurutnya, sejumlah produk kuliner khas Kendal memiliki peluang untuk dipasarkan di Batam, di antaranya kerupuk rambak, kerupuk petis, kopi khas Kendal, hingga kuliner tradisional seperti mangut dan pecel terong.
“Saya yakin Batam tidak punya kerupuk rambak, tidak punya yang namanya mangut, pecel terong, kerupuk petis dan lainnya. Harapannya tahun depan bisa kita bawa untuk dibuatkan bazar,” bebernya.
Disporapar juga melihat peluang pemasaran berkelanjutan selain dari kegiatan bazar. Produk yang diperkenalkan di Batam diharapkan dapat dipesan masyarakat setempat dan kemudian dikirim langsung dari Kendal.
Melihat posisi Batam yang strategis karena berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, Syahrul berpendapat, jika produk Kendal mampu masuk ke pasar Batam, peluang untuk menjangkau konsumen dari luar negeri pun semakin terbuka.
“Apalagi Kendal dekat dengan Singapura. Ini menjadi kesempatan kita karena orang Singapura dan Malaysia. Kalau orang Batam mengambil produk Kendal, mereka bisa belanja produk Kendal saat berlibur di Batam,” ucapnya.
Jejaring warga Kendal di Batam juga dinilai dapat membuka peluang investasi. Terlebih, terdapat anggota DPRD Kota Batam yang merupakan putra Kendal sehingga dapat menjadi bagian dari jejaring untuk memperkenalkan potensi investasi dan ekonomi Kendal.
“Harapannya sinergi antara Pemkab Kendal, PKBK, dan warga Kendal di Batam dapat terus diperkuat. Dengan begitu, hubungan antardaerah tidak sebatas silaturahmi, tetapi berkembang menjadi kerja sama konkret untuk membuka pasar baru bagi produk, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga investasi Kendal,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























