KABUPATEN SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemilik konter Royal Phone Pusat HP & Aksesoris di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Chandra Waskito (25), ditemukan tewas di Kabupaten Grobogan.
Korban yang merupakan warga Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang sempat diketahui hilang usai konter miliknya diduga dirampok pada Kamis, 6 Agustus 2026. Begitu pula mobilnya, Honda Jazz bernopol AD 1398 YJ yang biasa diparkir di konter, tidak ada saat itu.
Pemilik konter kemudian ditemukan tewas di bagasi mobilnya yang diparkir di sebuah bangunan kosong Dusun Tembelingan, Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Kamis, 6 Agustus 2026 sore.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, saat dikonformasi pada Jumat, 7 Agustus 2026 menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami dua peristiwa tersebut.
“Saat ini seluruh fakta, barang bukti, dan keterangan saksi masih kami kumpulkan. Tim penyidik bekerja secara intensif untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk memastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan,” terangnya.
Konter HP di Ambarawa Semarang Diduga Dirampok, Pemilik Hilang Misterius
Pihaknya mengimbau masyarakat tidak berspekulasi atas kejadian dugaan perampokan dan penemuan jenazah korban.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian,” ucapnya.
Hingga saat ini, Polres Semarang masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti lokasi, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
“Guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, korban sempat kami bawa ke RS Bhayangkara Semarang,” tukasnya.
Pada Jumat pemilik Royal Phone sudah dimakamkan oleh pihak keluarga di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru.
Sebelumnya, polisi menyelidiki tempat kejadian perkara dugaan perampokan usai karyawan konter milik korban ditemukan dalam kondisi berantakan dan tidak wajar.
Di lokasi kejadian juga ditemukan kamera CCTV dalam kondisi telah dilepas. Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, terlihat bercak darah di dalam konter.
Salah seorang saksi, Nurul, mengatakan kejadian mulai diketahui sekitar pukul 13.30 WIB. Kecurigaan muncul setelah toko yang biasanya telah beroperasi sejak pagi masih dalam keadaan tertutup, sementara pemilik konter tidak dapat dihubungi.
“Karyawan konter ponsel ini pada curiga, kok toko belum buka padahal sudah siang, bahkan pemilik konter Royal Phone, yaitu Candra, saat dihubungi juga tidak merespon, ponselnya tidak aktif,” ungkapnya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Karena tidak memperoleh respons, para karyawan bersama warga kemudian mendobrak pintu toko. Setelah masuk ke dalam, mereka mendapati kondisi ruangan telah berantakan dan seluruh telepon genggam yang sebelumnya berada di dalam konter dilaporkan sudah tidak ada.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Ulfa
































