KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Kendal terus mendorong pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas. Salah satunya melalui pelatihan manajemen usaha yang diikuti 50 pelaku UMKM, Kamis, 30 Juli 2026.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas SDM pelaku usaha, khususnya dalam pengelolaan bisnis, sehingga mampu meningkatkan omzet dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan pihaknya menggandeng Pegadaian untuk memberikan pendampingan sekaligus memperkenalkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM.
Menurutnya, fasilitas KUR dengan bunga rendah menjadi solusi bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal tanpa harus terjerat pinjaman online (pinjol).
“Kami mendorong pelaku UMKM memanfaatkan layanan KUR dari Pegadaian dengan bunga yang sangat rendah. Jangan sampai pelaku usaha terjebak bank keliling maupun pinjaman online yang bunganya sangat memberatkan,” tegas Toni.
Ia menjelaskan, Pegadaian kini menjadi salah satu lembaga penyalur KUR yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperkuat permodalan usaha.
Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disdagkop UKM Kendal, Lytria Wandwiati, mengatakan materi pelatihan difokuskan pada penguatan manajemen usaha, mulai dari pencatatan keuangan hingga penyusunan perencanaan bisnis.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan UMKM sekaligus mendukung visi dan misi Bupati Kendal.
“Kami menargetkan sedikitnya 100 UMKM naik kelas setiap tahun,” ungkapnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar






























