KENDAL, Lingkarjateng.id – Anggota Komisi E DPRD Jateng dari fraksi PKS, Ida Nurul Farida, menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dukungan itu sejalan dengan ranah Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat, di antaranya mencakup bidang kesehatan, pendidikan, kepemudaan, sosial, ketenagakerjaan, kebudayaan, dan perlindungan anak.
“Kami mendukung program Pak Prabowo tentang program MBG. Ini menjadi bagian dari Komisi E DPRD Jateng. Karena kita ingin anak-anak kita sehat, pendidikannya baik,” ujar Ida saat mendampingi sang suami yang merupakan Anggota DPR RI, Muh Haris dalam sosialisasi MBG di Kendal, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Menurut Ida, program MBG bertujuan untuk meningkatkan gizi anak, mencegah stunting serta mendukung pertumbuhan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Kalau anak kita sehat, gizinya kuat maka harapan kita outcome nya anak-anak menjadi cerdas. Sehingga masa depan generasi yang akan datang, pemimpin yang akan datang adalah pemimpin yang berkualitas,” ucapnya.
Ida menyebut program MBG memilki banyak dampak positif, diantaranya seperti peningkatan kesehatan dan gizi anak, penciptaan lapangan kerja bagi pekerja dapur umum dan petani, peningkatan kehadiran siswa di sekolah, serta pertumbuhan ekonomi lokal.
“Program ini akan meningkatkan perekonomian, meningkatkan kualitas anak-anak kita, juga mengurangi pengagguran di masyarakat, petaninya juga semangat, ada koperasi juga hidup karena adanya MBG,” terang Ida.
Ida juga menyoroti terkait kasus keracunan MBG agar menjadi evaluasi bagi pemerintah dan berbagai pihak. Bahkan menurutnya pemerintah telah dengan sigap dan cepat melakukan upaya-upaya antisipasi.
“Ini masih awal dan masih banyak evaluasi dari sana sini. Dari pemerintah juga semakin hari semakin memperbaiki kualitas. Bahkan ada dari Dinas Kesehatan dilibatkan untuk mengecek kebersihannya, higenisnya. Sehingga kedepan semakin meminimalisir kasus-kasus,” sambungnya.
Ida berharap kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar terus melakukan pengawasan SPPG agar menu yang disajikan kepada anak layak konsumsi dan memenuhi standart gizi.
Jurnalis: Anik Kustiani































