KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat perdesaan melalui program Layanan Spesialis Keliling (Speling). Kali ini, pelayanan kesehatan gratis tersebut digelar di Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sedayu, Kecamatan Gemuh, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Program yang melibatkan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Kendal, Puskesmas Gemuh I, serta dokter spesialis dari RSI PKU Aisyiyah Muhammadiyah Kendal itu secara resmi dibuka Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.
Pelaksanaan Speling merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan spesialis lebih dekat dengan masyarakat. Melalui program ini, warga desa dapat memperoleh pemeriksaan dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan ke rumah sakit.
Bupati yang akrab disapa Tika menyatakan dukungan terhadap program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut. Menurutnya, Speling sejalan dengan kebijakan Pemkab Kendal dalam mengembangkan program Rumah Sakit Berjalan guna memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga pelosok desa.
“Saya menyambut baik dan mendukung kegiatan Layanan Spesialis Keliling (Speling) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan akses pelayanan dokter spesialis ke desa-desa di seluruh Jawa Tengah secara gratis,” ujarnya.
Ia menyebutkan, program Speling tidak hanya berorientasi pada pemerataan akses layanan medis, tetapi juga memiliki tujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup.
Sejumlah sasaran lainnya mencakup penjangkauan wilayah yang sulit memperoleh layanan dokter spesialis, pencegahan penyakit menular, serta deteksi dini kanker. Program tersebut juga diharapkan berperan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus memperkuat koordinasi pelayanan antara rumah sakit dan puskesmas.
“Melalui kegiatan ini juga diharapkan terjadi transfer of knowledge, sehingga dapat membantu meningkatkan kompetensi dokter umum, perawat, dan bidan di puskesmas,” tambahnya.
Sementara itu, Dokter Puskesmas Gemuh I, Oki Ino Fatwa Firdhaus, menerangkan bahwa pelayanan Speling di Desa Sedayu difokuskan pada tiga layanan utama. Ketiganya meliputi pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, serta skrining dan penelusuran kasus tuberkulosis (TB) dengan dukungan fasilitas mobil rontgen.
Menurut Oki, keterlibatan dokter spesialis secara langsung dalam pelayanan di desa menjadi salah satu langkah untuk mengatasi kendala akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan lanjutan.
“Melalui Speling ini, dokter spesialis turun langsung ke desa-desa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jadi, warga tidak harus selalu datang jauh-jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis,” jelasnya.
Selain pemeriksaan spesialis, warga juga memperoleh fasilitas deteksi dini TB melalui mobil rontgen. Masyarakat yang terindikasi terinfeksi penyakit tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas kesehatan juga menyiapkan tindak lanjut berupa pengobatan dan pemantauan kondisi pasien secara berkala.
Oki berharap kehadiran layanan keliling tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama oleh masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan biaya maupun jarak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Harapannya, masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan dokter spesialis, termasuk warga yang belum memiliki BPJS atau tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, bisa memanfaatkan pelayanan Speling ini,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid































