DEMAK, Lingkarjateng.id – SDN Bintoro 16 Demak hanya menerima tiga peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut kembali mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai empat siswa, sekaligus jauh dari daya tampung sekolah.
Kondisi itu terjadi meski sekolah yang berada di kawasan permukiman penduduk tersebut telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat, mulai dari sosialisasi ke taman kanak-kanak hingga memberikan fasilitas gratis bagi siswa baru.
Guru SDN Bintoro 16, Sri Sofiati, mengatakan rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi perubahan pilihan masyarakat terhadap sekolah yang menerapkan sistem full day school.
Menurutnya, banyak orang tua memilih sekolah yang menyediakan program keagamaan sekaligus layanan penitipan anak karena menyesuaikan dengan jam kerja mereka.
“Sekarang ini juga banyak orang tua murid yang menyekolahkan anaknya di full day. Jika orang tua bekerja dan pulangnya sore, makanya anaknya disekolahkan di sekolah yang ada penitipan dan ada sekolah keagamaannya. Jadi pulang kerja sore sekalian jemput anaknya,” ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia juga menilai berkurangnya jumlah anak usia sekolah menjadi salah satu faktor penyebab minimnya peserta didik baru.
“Selain itu, menurut saya program keluarga berencana yang berhasil juga membuat jumlah anak usia sekolah semakin sedikit,” sambungnya.
Meski demikian, Sri menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para guru dalam menjalankan tugas mendidik siswa.
“Ya tetap semangat (dalam mengajar). Karena apapun kondisinya murid sedikit atau banyak, kami sebagai guru akan melaksanakan tupoksi kita sebagai seorang guru tetap semangat untuk membawa anak lebih cerdas dan berguna ke depannya,” katanya.
Menurutnya, jumlah siswa yang sedikit justru memungkinkan guru memberikan perhatian lebih kepada setiap peserta didik. Pengawasan terhadap proses belajar juga dinilai menjadi lebih optimal, termasuk meminimalkan potensi terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.
Ia mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan jumlah pendaftar, sekolah terus melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat. Selain mengunjungi taman kanak-kanak, para guru juga mendatangi calon siswa dan orang tuanya. Sekolah turut menawarkan berbagai fasilitas tanpa biaya, seperti seragam, tas, dan sepatu.
“Guru guru di sini sudah semaksimal mungkin untuk mendapatkan murid baru. Kita sudah melakukan sosialisasi ke TK TK, juga ke orang tua siswa. Bahkan kami memberikan fasilitas seragam gratis, tas gratis, sepatu gratis kepada siswa,” ungkapnya.
Sri menyebutkan, total siswa SDN Bintoro 16 pada tahun pelajaran 2026/2027 hanya sekitar 40 orang dari kelas I hingga kelas VI.
Di tengah keterbatasan jumlah siswa, ia menegaskan kualitas akademik sekolah tetap mampu bersaing. Hal itu terlihat dari capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa yang dinilai cukup baik.
“Hasil TKA kemarin rata-rata siswa kami mencapai nilai 80. Artinya kemampuan siswa kami tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain,” tutupnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Bintoro 16, Muasiroh, mengatakan penurunan jumlah peserta didik baru sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir sehingga pihak sekolah tidak lagi merasa terkejut.
“Tahun ini dapat tiga anak didik, sebelumnya dapat empat. Jadi nggak kaget dapat murid sedikit, sudah biasa,” ujarnya.
Ia mengatakan berbagai upaya jemput bola terus dilakukan setiap tahun, termasuk mendatangi rumah-rumah warga untuk mengajak calon peserta didik bersekolah di SDN Bintoro 16.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah dan dinas terkait memberikan perhatian agar sekolah tetap dapat beroperasi dan kembali berkembang seperti saat jumlah siswanya masih tinggi.
“Harapannya, mohon perhatian kepada dinas terkait agar sekolah ini tetap berjalan seperti dulu-dulu yang pernah muridnya banyak,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























