KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kendal mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Survei Indeks Harmoni Indonesia (IHal) Tahun 2026 yang mulai dilaksanakan pada 17 Juni hingga 17 Juli 2026.
Partisipasi masyarakat dalam suvei IhaI penting untuk mengukur tingkat kerukunan, toleransi, dan keharmonisan sosial sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kendal, Alfebian Yulando, mengatakan survei IHaI menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman warga terkait kehidupan sosial, toleransi, serta hubungan antarwarga di lingkungan masing-masing.
“Suara masyarakat sangat penting dalam memberikan gambaran nyata kondisi keharmonisan di daerah. Hasil survei ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Febi mengatakan bahwa masyarakat dapat berpartisipasi mengisi survei dengan mengakses tautan atau memindai QR Code yang telah disediakan.
“Pemerintah memastikan seluruh data responden akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan perumusan kebijakan,” katanya.
Badan Kesbangpol Kendal akan menggunakan data yang sudah diisi masyarakat sebagai instrumen
untuk mengukur kondisi kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Data yang terkumpul akan membantu pemerintah memahami tingkat toleransi, solidaritas, dan kerja sama sosial yang berkembang di tengah masyarakat,” terangnya.
Selain menjadi dasar pengambilan kebijakan nasional, menurut Febi hasil survei IhaI juga diharapkan dapat mendorong terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, dan saling menghargai perbedaan.
“Manfaat survei IHal antara lain menjadi dasar perumusan kebijakan kerukunan nasional, mendorong terciptanya masyarakat yang damai dan inklusif, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang harmonis dan berkemajuan,” lanjutnya.
Febi juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kendal menjadi responden dan berpartisipasi aktif mengisi survei selama periode pelaksanaan.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin akurat pula gambaran kondisi keharmonisan sosial yang dapat dijadikan pijakan pembangunan di masa mendatang.
“Suara anda, harmoni kita. Slogan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pendapat masyarakat memiliki peran penting dalam membangun Indonesia yang lebih damai, toleran, dan sejahtera,” tutupnya. (Adv)

Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa





























