PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Objek wisata Pantai Wonokerto di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, terus menunjukkan geliat pertumbuhan yang signifikan.
Dikelola oleh BUMDes Mitra Mina sejak tahun 2018 dan dibina oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rasul, destinasi wisata berbasis desa tersebut berhasil mencetak pendapatan fantastis sebesar Rp 1,825 miliar pada tahun 2024, menjadi rekor tertinggi sejak pertama kali dibuka.
Dalam momentum tradisi Syawalan, tepat sepekan usai Idul Fitri pada Senin, 7 April 2025, Pantai Wonokerto bahkan diserbu ribuan wisatawan.
Direktur BUMDes Mitra Mina, Krisandi Okto Fredy, menyebut total pengunjung pada hari itu mencapai 11.200 orang.
“Mayoritas datang menggunakan sepeda motor. Antusiasme masyarakat luar biasa, Kawasan wisata ini menyuguhkan pemandangan alam eksotik dengan bibir pantai yang aman bagi anak-anak, serta fasilitas pendukung seperti restoran, kolam pemancingan, dan area UMKM lokal. Saat ini tersedia 20 kamar mandi dan 15 tempat bilas yang rencananya akan ditambah,” ungkapnya.
Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, pengelola bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Polres Pekalongan, Polsek Wiradesa, Koramil, Satlinmas, Pramuka, hingga relawan Bumi Santri dan tim kesehatan dari Puskesmas Wonokerto 1.
“Harga tiket masuk sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang. Parkir kendaraan pun murah, Rp 5.000 untuk mobil dan Rp 2.000 untuk sepeda motor. Kami mengajak masyarakat untuk meramaikan wisata ini. Selain rekreasi, ini juga bentuk kontribusi membangun desa,” tegas Krisandi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rasul, yang menjadi pembina pengembangan wisata tersebut, turut memuji sinergi luar biasa antara BUMDes, perangkat desa, kecamatan, dan unsur muspika.
Menurutnya, Pantai Wonokerto kini menjadi salah satu destinasi paling ramai, bahkan mengungguli objek wisata Linggo Asri yang dikelola pemerintah daerah (pemda) setempat.
“Saya ingin menegaskan bahwa Pantai Wonokerto ini termasuk wisata dengan jumlah pengunjung yang tinggi, bahkan melampaui objek wisata yang dikelola pemerintah daerah seperti Linggo Asri. Ini bukti bahwa wisata desa juga sangat potensial,” ucapnya.
Sumar menjelaskan, DPRD telah memberikan dukungan konkret melalui pokok pikiran (pokir), mulai dari penyusunan master plan dan DED, hingga pembangunan infrastruktur seperti penerangan jalan dan peningkatan akses yang sebelumnya sering tergenang rob. Ke depan, perhatian terhadap pengembangan Pantai Wonokerto akan terus diperbesar.
“DPRD juga telah menetapkan perda BUMDes dan perda desa wisata untuk memperkuat legalitas dan mendorong kemajuan wisata berbasis masyarakat,” pungkasnya. (Lingkar Network | Fahri Akbar – Lingkarjateng.id)

























