Rembang (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten Rembang mulai kebagian proyek pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk melindungi kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman abrasi dan banjir rob.
Salah satu titik pembangunan berada di belakang Puskesmas Sarang 2, Kecamatan Sarang. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut memiliki nilai anggaran mencapai Rp5,6 miliar.
Bupati Rembang, Harno, mengatakan pembangunan tanggul laut di wilayah tersebut sudah berjalan sekitar dua bulan dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. “Tanggul laut sudah dimulai dua bulan ini dan Desember selesai,” kata Harno, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, pembangunan tanggul tersebut merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kehadiran infrastruktur ini dinilai penting untuk menyelamatkan sejumlah fasilitas pelayanan publik yang selama ini menghadapi ancaman abrasi pantai.
Tidak hanya melindungi Puskesmas Sarang 2, tanggul laut itu juga berfungsi melindungi gedung Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan, kantor penyuluh Keluarga Berencana (KB), kantor kecamatan, hingga kantor penyuluh pertanian.
Harno menyebut, Rembang bersyukur mendapat satu titik pembangunan dari program pemerintah pusat tersebut. Terlebih, keberadaan fasilitas publik di kawasan pesisir membutuhkan perlindungan agar aktivitas pelayanan masyarakat tidak terganggu akibat dampak kerusakan pantai.
“Itu program Pak Presiden, alhamdulillah Rembang lolos satu titik, sudah dikerjakan,” ujarnya.
Secara lebih luas, pembangunan Giant Sea Wall merupakan rencana strategis nasional untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir utara Pulau Jawa. Infrastruktur tersebut dirancang membentang sekitar 535 hingga 575 kilometer, mulai Kabupaten Serang, Banten, hingga Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Proyek lintas wilayah itu mencakup lima provinsi, 25 kabupaten, dan lima kota. Pembangunannya diarahkan untuk menghadapi tiga persoalan utama kawasan Pantura, yakni banjir rob, abrasi pantai, serta penurunan muka tanah (land subsidence).
Di wilayah Jawa Tengah, rencana pembangunan tanggul laut dari Brebes hingga Rembang mencakup bentang sekitar 298,47 kilometer. Sementara itu, kawasan Pati hingga Rembang juga masuk dalam perencanaan segmen lanjutan sepanjang kurang lebih 74,3 kilometer.
Selain pembangunan infrastruktur fisik, penanganan kawasan pesisir juga diarahkan melalui pendekatan berbasis alam, seperti penanaman mangrove dan penataan kawasan pantai.
Dengan dimulainya pembangunan di Sarang, Rembang kini memiliki satu titik perlindungan pesisir melalui program pemerintah pusat. Harapannya, selain menahan ancaman abrasi, tetapi juga menjaga keberlangsungan pelayanan publik bagi masyarakat di kawasan pesisir.
“Alhamdulillah Rembang lolos satu titik, sudah dikerjakan,” tandas Harno.***
Jurnalis : Vicky Rio
Editor : Ady Arfian































