KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kendal melaksanakan rehabilitasi jalan di 120 titik pada tahun 2026. Hingga bulan akhir pekan pertama bulan November, 90 persen pekerjaan sudah berproses.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, berharap seluruh pekerjaan rehabilitasi jalan kabupaten dapat diproses dan terserap secara maksimal hingga akhir tahun anggaran 2026.
“Mudah-mudahan semuanya bisa terproses dan terserap pada tahun 2026 ini,” ungkapnya, Sabtu 7 November 2026.
Selain melakukan rehabilitasi jalan, Pemkab Kendal juga berupaya membuka kembali akses jalan yang sudah sekitar 20 tahun tertutup dan tidak bisa dilalui masyarakat.
“Jalan tersebut merupakan jalur penghubung Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, menuju Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan,” terang Bupati yang akrap disapa Tika.
Menurut Bupati Tika, pembukaan akses jalan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena memiliki peran strategis dalam mempercepat konektivitas antarwilayah.
Namun, warga harus bersabar lantaran pekerjaan tersebut belum dapat dituntaskan karena anggaran bantuan provinsi (Banprov) yang batal dicairkan pada akhir tahun.
“Tetapi karena anggaran Banprov tidak jadi dicairkan akhir tahun masih belum bisa diselesaikan,” jelasnya.
Pemkab Kendal sebenarnya telah mengalokasikan anggaran Rp3,5 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut.
Bupati Tika menyebutkan bahwa untuk menyelesaikan pembangunan jalan penghubung tersebut masih dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp5,5 miliar. Dengan kondisi waktu pelaksanaan yang semakin mepet pada akhir tahun anggaran, pemerintah daerah terpaksa belum bisa menuntaskan pekerjaan itu pada 2026.
“Kalau mau diprioritaskan sebenarnya bisa, tetapi waktunya tidak cukup karena di anggaran perubahan sudah sangat mepet. Akhirnya dengan terpaksa belum bisa tuntas tahun ini. Insyaallah tahun depan kita anggarkan kembali,” ungkapnya.
Ia berharap, setelah pembangunan jalan tersebut selesai, konektivitas antara Kecamatan Singorojo dan Kaliwungu Selatan semakin lancar. Masyarakat nantinya tidak perlu lagi menempuh jalur memutar melalui Boja untuk menuju wilayah tersebut.
“Kalau jalan penghubung Singorojo-Kaliwungu Selatan ini sudah jadi, akses dan waktu tempuh akan lebih cepat. Masyarakat tidak perlu memutar lagi ke Boja,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa































