KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kendal mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, Syaiful Huda mengatakan pihaknya secara bertahap akan mengganti kontainer sampah yang kondisinya sudah rusak.
Selain itu, kata dia, Pemkab Kendal juga telah mengajukan proposal bantuan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) untuk mendapatkan tambahan 15 unit armada pengangkut sampah jenis arm roll.
“Sebagai bentuk kesiapan mendukung proyek PSEL, kami menyiapkan armada pengangkutan sampah. Kontainer yang rusak akan diganti secara bertahap. Kami juga sudah mengajukan proposal ke Kementerian PU untuk mendapatkan bantuan 15 unit armada arm roll. Harapannya, usulan tersebut bisa direalisasikan,” terangnya, Selasa, 3 November 2026.
Selain kesiapan armada, Huda menyebut Pemkab juga harus menyiapkan kelembagaan pengelola TPA yang mandiri. Entah berupa Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Pembentukan kelembagaan ini kami nilai penting untuk mendukung pengelolaan sampah secara profesional, baik dari sisi sumber daya manusia, manajemen operasional, maupun dukungan anggaran,” ungkapnya.
Mengingat jarak dari Kendal ke lokasi PSEL TPA Jatibarang Semarang terbilang jauh, DLH berencana mengirimkan sampah dari wilayah timur.
“Karena jarak pengiriman sampah ke TPA Jatibarang mencapai sekitar 60 kilometer pulang-pergi, salah satu upaya penghematan yang kami rencanakan adalah memfokuskan pengiriman sampah dari wilayah timur Kabupaten Kendal,” jelasnya.
Namun demikian, Huda menyebutkan kesiapan pasokan dan sistem pengangkutan sampah menuju PSEL masih membutuhkan sejumlah pembenahan, mulai dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga manajemen pengelolaan.
“Kalau dari sisi ketersediaan bahan baku sampah, Kabupaten Kendal memiliki potensi yang mencukupi. Berdasarkan jumlah sampah harian yang masuk ke TPA Darupono Baru, volumenya mencapai sekitar 200,23 ton per hari,” ungkapnya.
Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pasokan PSEL sebesar 100 ton sampah per hari dapat terpenuhi.
“Kalau melihat jumlah sampah harian yang masuk ke TPA Darupono Baru mencapai 200,23 ton, kebutuhan pasokan 100 ton per hari sebenarnya tidak menjadi masalah. Tantangannya justru bagaimana menyiapkan sistem pengangkutan agar pasokan bisa dikirim secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Syaiful berharap, berbagai persiapan yang dilakukan dapat memperkuat kontribusi Kabupaten Kendal dalam mendukung pengolahan sampah menjadi energi listrik sekaligus mengurangi beban penanganan sampah di daerah.
“Harapannya usulan kami terkait armada bisa disetujui oleh Kementerian PU. Dan harapannya nanti juga ada dukungan anggaran APBD Kabupaten Kendal agar nantinya pengiriman sampah ke PSEL dapat berjalan lancar,” pungkasnya.(Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar





























