Semarang (lingkarjateng.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen mengajak seluruh pihak termasuk pemangku kepentingan untuk bersama-sama lebih peduli menjaga mutu ekosistem air tanah.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan pencanangan gerakan Sa Omah Siji Sumur Resapan (Sopan) di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang pada Selasa (27/10).
Taj Yasin mengatakan kepedulian menjaga mutu ekosistem air tanah juga akan berdampak positif sekaligus mendukung sektor pertanian untuk tetap maksimal. Tak hanya itu, program ini sekaligus sebagai sarana untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Pembuatan sumur resapan ini sangat penting guna menjaga ketersediaan air tanah khususnya pada saat musim kemarau. Sedangkan di musim penghujan juga akan bermanfaat untuk mencegah banjir dan juga bencana tanah longsor,” katanya.
Dia juga mengapresiasi langkah warga Dusun Gertas di Desa Brongkol yang sudah lebih dulu membuat sumur resapan sejak tahun 2019 silam. “Dampaknya sangat positif ketika warga di sini sudah lebih dulu membuat sumur resapan. Mereka memiliki sumber air cadangan melimpah,” jelasnya.
Ia berharap, langkah yang telah dilakukan oleh warga di Dusun Gertas, Desa Brongkol itu bisa ditiru oleh seluruh warga di Jawa Tengah, sehingga kebutuhan akan air ini bisa dipenuhi melalui sumur resapan dari air tanah itu.
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jateng, Prof Ignasius Suyana menyebut, pihaknya siap memberikan pendampingan secara intensif kepada warga untuk mengoptimalkan gerakan Sopan tersebut.
“Sebab konservasi air bawah tanah ini dapat mencegah terjadinya kelangkaan air bersih utamanya di saat musim kemarau panjang terjadi,” ucapnya singkat.
Kepala Bidang Pengelolaan DAS, Rehabilitasi, dan Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Puji Harini menambahkan, pembuatan 10 sumur resapan di Desa Brongkol, anggaran bersumber dari APBD Jateng 2024.
“Di akhir tahun 2026 ini kerja sama dalam rangka pembuatan 100 titik sumur resapan juga akan segera dilakukan di Desa Candi, Kecamatan Bandungan dengan melibatkan DLHK Jateng dengan salah satu perusahaan BUMN,” ungkapnya. (Lingkar Network/Hesty)***
Editor : Adi Arfian































