BLORA, Lingkarjateng.id – Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2027/2028.
Kampus tersebut direncanakan membuka program sarjana hingga doktoral. Bahkan kampus itu diproyeksikan menjadi sport center atau pusat pembinaan atlet.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan pembangunan kampus UNY di depan Pasar Sidomakmur, Blora, ditargetkan rampung pada Agustus 2027. Meski pembangunan belum selesai, mahasiswa baru sudah bisa memulai perkuliahan pada tahun depan.
“Ini nanti membuka jurusan yang diminati, seperti olahraga dan wisata, termasuk pascasarjana. Ini di sini akan dibuka, Pak Rektor,” kata Arief saat konferensi pers usai peletakan batu pertama pembangunan kampus PSDKU UNY, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Pembangunan kampus tersebut diperkirakan menelan anggaran Rp52 miliar. Selain gedung perkuliahan, fasilitas yang disiapkan meliputi kolam renang dan gedung olahraga (sport center) yang juga akan dimanfaatkan untuk pembinaan atlet Blora.
“Kami mewakili masyarakat Blora berterima kasih kepada UNY yang sudah bersinergi untuk peningkatan sumber daya manusia di Blora. Tahun depan sudah bisa dipakai, S1, S2, S3,” ujarnya.
Sambil menunggu pembangunan kampus rampung, operasional awal PSDKU UNY akan menggunakan gedung STIKES sebagai kantor rektorat sementara. Arief menyebut, aktivitas perkantoran di lokasi tersebut telah dimulai sejak 1 Oktober 2026.
Menurutnya, gedung STIKES juga berpeluang dimanfaatkan untuk perkuliahan sementara. Dengan begitu, kegiatan akademik bisa mulai berjalan sebelum kampus baru selesai dibangun.
“Ini proses yang sangat cepat menurut kami. Semoga bermanfaat untuk Blora,” katanya.
Arief menambahkan, Pemkab Blora masih membuka peluang bagi perguruan tinggi lain untuk mendirikan kampus di daerah tersebut. Salah satunya Institut Seni Indonesia (ISI) yang sebelumnya diwacanakan menyusul langkah UNY.
“Nanti bertahap, diawali UNY dulu. Biar pecah telur, perguruan tinggi yang lain menyusul,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor UNY Yogyakarta, Prof. Sumaryanto menilai inisiatif Pemkab Blora menghadirkan kampus UNY merupakan langkah positif. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi di Kabupaten Blora dapat memperluas akses pendidikan, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Ia menyebut, sedikitnya 10 daerah telah menawarkan diri untuk membuka program serupa. Namun, UNY baru menyeleksi lima daerah yang memungkinkan untuk dikembangkan.
“Ini ide yang luar biasa. Sekolah tidak usah jauh-jauh, cukup di Blora. Roda pendidikan dan roda ekonomi dasar insyaallah nanti bersama-sama. UNY siap bersama-sama,” ungkapnya.
Sumaryanto juga memastikan fasilitas olahraga yang disiapkan di kampus Blora nantinya dapat mendukung pembinaan atlet daerah. Keberadaan sport center diharapkan menjadi fasilitas latihan sekaligus wisma pembinaan atlet.
Untuk tenaga pengajar, pihaknya memastikan akan mendatangkan dosen dari Yogyakarta dan membuka peluang bagi tenaga pengajar dari Blora. Namun, calon dosen lokal harus memenuhi kualifikasi pendidikan doktor atau S3.
“Sebagian dari Jogja dan sebagian akan kami ambil dari sini, dengan catatan sudah doktor. Termasuk Pak Sekda senior (mantan Sekda Komang Gede Irawadi), itu kan sudah S3. Pak Sekda calon dosen di sini,” bebernya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar





























