JEPARA, Lingkarjateng.id – Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk merangkul seluruh umat beragama tanpa membeda-bedakan. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Jumat Berangkat di Karimunjawa, pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ainul Yaqin Nyamplungan tersebut menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memastikan program pembangunan menjangkau wilayah kepulauan.
Usai berkunjung ke masjid, Bupati bersama rombongan berziarah ke Makam Syekh Amir Hasan atau Sunan Nyamplungan, kemudian melanjutkan kunjungan ke Gereja Pantekosta Karimunjawa.
Pendeta Gereja Pantekosta Karimunjawa, Mateus Selamet, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, sejak gereja berdiri pada 1975, kunjungan langsung bupati untuk bertemu jemaat baru pertama kali terjadi.
Dalam kesempatan itu, pengurus gereja juga mengungkapkan belum tersedianya guru beragama Nasrani untuk jenjang pendidikan TK hingga SMK di Karimunjawa.
Bupati menegaskan bahwa, Jumat Berangkat tidak hanya menyasar tempat ibadah umat Islam tapi juga menjadi ruang silaturahmi dengan seluruh pemeluk agama.
“Kita tidak membeda-bedakan agama satu dengan lainnya. Justru kita rangkul bersama untuk membangun Jepara, agar masyarakatnya maju dan sejahtera,” ujarnya.
Selain menyerap aspirasi keagamaan, Bupati juga menyinggung pembangunan infrastruktur di Karimunjawa. Ia menyatakan perbaikan jalan akan direalisasikan secara bertahap mulai 2027.
“Sementara baru jalan di Desa Kemujan yang sudah dalam kondisi mulus. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini komunikasi dengan masyarakat semakin kuat dan pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar





























