Batang (lingkarjateng.id) – Masyarakat di wilayah Kabupaten Batang khususnya kini semakin mudah untuk mendapatkan uang rupiah baru melalui layanan resmi penukaran uang tanpa harus menempuh jarak jauh.
Melalui layanan resmi penukaran rupiah tersebut, masyarakat bisa menukar uang, pecahan yang lebih kecil maupun sebaliknya. Bahkan uang rusak sekalipun bisa ditukar sesuai dengan syarat dan ketentuan.
“Melalui layanan ini, masyarakat bisa menukarkan uang pecahan besar menjadi pecahan kecil, atau menukarkan uang yang sudah rusak,” ujar Bimala, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Tegal disela launching mitra layanan penukaran uang di Kantor Pegadaian Limpung, Selasa (29/9).
Bimala mengungkapkan, uang yang sudah lusuh atau rusak dapat menyulitkan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri keasliannya. Melalui layanan resmi penukaran uang, masyarakat diimbau dapat memanfaatkannya dengan baik.
Menurutnya, Pegadaian dipilih sebagai mitra karena memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta jaringan layanan yang dekat dengan masyarakat. “Sarana dan prasarana Pegadaian lengkap, tata kelolanya juga baik, dan yang terpenting sekarang banyak dicari masyarakat karena menjadi salah satu pusat ekonomi,” tuturnya.
Ia menyebut bahwa kerja sama dengan Pegadaian ini masih dalam tahap pilot project. Setelah dilakukan evaluasi, jaringan layanan ini nanti akan dipertimbangkan lagi untuk memperluas ke outlet lainnya.
“Sejauh ini masih akan memperluas dengan outlet Pegadaian saja dulu. Ini semacam pilot project yang nanti akan kami evaluasi. Jika bagus, tentunya akan kami memperluas,” sebutnya.
Dijelaskan, penukaran uang rusak dari masyarakat terlebih dahulu akan diperiksa oleh petugas. Dengan ketentuan, salah satunya bagian fisik uang harus memenuhi persyaratan keutuhan yang ditetapkan BI.
“Nanti kami akan melakukan penilaian apakah ini layak ditukar atau tidak. Kalau layak, uang rupiah tersebut tentunya akan diganti,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Perwakilan PT Pegadaian Area Tegal Ali Muta’at menyatakan mendukung penuh perluasan layanan tersebut. Selain memberikan kemudahan masyarakat, kerja sama ini dinilai menjadi tambahan layanan bagi nasabah.
“Kami merupakan lembaga resmi yang diawasi OJK, dan kami pun siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Untuk tahap awal, pihak Pegadaian akan membuka layanan penukaran uang dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis. Jika animo masyarakat tinggi, maka frekuensi layanan bisa dikembangkan setiap hari. Salah seorang warga Desa Sempu, Limpung mengaku sangat senang dengan layanan penukaran dari BI di Pegadaian tersebut.
“Sangat senang dengan hadirnya layanan penukaran uang ini, sehingga tidak perlu repot atau jauh untuk mendapatkan uang baru,” ujar Rusmini (52) pedagang di pasar Limpung. ***































