SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kericuhan terjadi antara simpatisan Bupati Pati nonaktif Sudewo dan massa Aliansi Pati Ora Sepele menjelang sidang pembacaan tuntutan di Gedung Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 21 September 2026.
Situasi memanas setelah simpatisan Sudewo bergerak ke arah barat. Mereka mendapat informasi bahwa massa Aliansi Pati Ora Sepele akan tiba di Semarang untuk mengawal jalannya persidangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Sudewo.
Sekitar 400 meter dari Gedung Tipikor Semarang, rombongan Aliansi Pati Ora Sepele yang datang menggunakan sekitar empat bus dihentikan oleh simpatisan Sudewo.
Massa kemudian menghadang kendaraan tersebut sebelum rombongan tiba di kompleks Gedung Pengadilan Tipikor. Sejumlah simpatisan bahkan menggedor-gedor pintu bus sembari meneriakkan penolakan.
“Bali kono bali, ojo ngrusoi neng kene,” teriak para simpatisan Sudewo.
Ketegangan meningkat ketika massa dari dalam bus mulai turun. Simpatisan Sudewo kemudian mendatangi bus-bus yang telah terparkir di lokasi.
Dalam situasi tersebut, terjadi aksi pelemparan sejumlah benda tumpul. Aparat Polrestabes Semarang yang berada di lokasi langsung berupaya memisahkan kedua kelompok yang nyaris bentrok.
Petugas sempat meminta massa simpatisan Sudewo untuk mundur. Namun, upaya pengamanan sempat menghadapi kendala karena massa tetap bertahan di lokasi.
“Mundur, kembali, semua ada prosedurnya,” kata pihak kepolisian di tengah-tengah kerusuhan.
Setelah dilakukan pengamanan oleh aparat, situasi berangsur mereda. Simpatisan Sudewo kemudian kembali menuju Gedung Pengadilan Tipikor Semarang untuk mengikuti pengawalan sidang.
Sementara itu, massa Aliansi Pati Ora Sepele tetap berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka melanjutkan penyampaian aspirasi melalui orasi dengan mendapat pengawalan dari kepolisian.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan Aliansi Pati Ora Sepele menyampaikan bahwa kedatangan mereka bukan untuk mencari keributan. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan korupsi yang mereka soroti.
“Kami tidak ingin rusuh, kami juga punya hak yang sama untuk bersuara. Kami juga tidak bermaksud memusuhi SDW. Kami hanya ingin menyuarakan bahwa korupsi yang selama ini masih terjadi agar terus kita kawal karena telah menyengsarakan rakyat,” kata salah satu perwakilan Pati Ora Sepele saat orasi.
Sebagai informasi, 548 personel gabungan Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang diterjunkan untuk mengamankan jalannya sidang tersebut menyusul kehadiran massa pendukung dan kontra terhadap Sudewo yang menggelar aksi di sekitar lokasi persidangan.
Jurnalis: Lingkar Network/Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Muslichul Basid
































