KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong kuliner Sate Bumbon semakin dikenal lebih luas sebagai salah satu kuliner khas daerah melalui berbagai agenda festival, pameran, maupun mengenalkan langsunh kepada para wisatawan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo, mengatakan Sate Bumbon memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ikon kuliner Kendal.
Sate Bumbon memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sate pada umumnya. Sate daging sapi ini dibuat dengan dibumbui rempah-rempah sebelum dibakar sehingga menghasilkan cita rasa khas.
“Bumbon itu artinya kaya bumbu atau dibumbui terlebih dahulu. Ini yang menjadi ciri khas Sate Bumbon,” ujarnya, Sabtu, 19 September 2026.
Disdagkop dan UKM pun menjalankan berbagai program untuk mendongkrak popularitas Sate Bumbon sebagai produk kuliner khas Kendal, salah satunya memperkuat pelaku UMKM.
Pelaku usaha didorong untuk memenuhi legalitas sertifikasi produk, meningkatkan kualitas, hingga memperluas akses pasar.
“UMKM Naik Kelas, Kendal Maju. Kita ingin kuliner khas Kendal tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun membuka peluang pasar ekspor,” tegas Toni.
Salah satu pelaku usaha Sate Bumbon yang masih mempertahankan cita rasa tradisional adalah Warung Sate Bumbon Pak Aziz di kawasan Kebondalem, Kendal.
Aziz mengatakan pihaknya tetap mempertahankan resep yang diwariskan secara turun-temurun, terutama dalam penggunaan daging dan racikan bumbu.
“Sate kita yang menarik menggunakan daging khas dalam dengan bumbu rempah dan resep sambal kacang yang nikmat. Kita bakar menggunakan arang,” jelasnya.
Keunikan Sate Bumbon Pak Aziz juga terletak pada penyajiannya. Selain sate, pelanggan disuguhkan sayur lodeh nangka dan kecambah sebagai pelengkap.
“Ini memang khas dari leluhur kita,” ungkapnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























