BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Batang melestarikan bahasa ibu bagi siswa jenjang pendidikan dasar melalui agenda rutin Festival Tunas Bahasa Ibu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menjelaskan bahwa kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu memiliki tujuan untuk memupuk adat ketimuran maupun tata krama tetap terjaga pada generasi masa depan.
“Bahasa Jawa yang lahir dari hasil cipta rasa dan karsa dari para leluhur ini selayaknya tetap dilestarikan agar tak tergerus arus modernisasi yang rawan membanjiri generasi muda,” katanya, Kamis, 17 September 2026.
Melalui Festival Bahasa Ibu, Disdik menghelat sejumlah perlombaan seperti membaca dan menulis bahasa Jawa, mendongeng, berpidato, menulis cerita pendek, nembang macapat, geguritan, dan komedi tunggal.
Festival Tunas Bahasa Ibu konsisten digelar setiap tahunnya karena merupakan lomba berjenjang hingga tingkat provinsi dan nasional
“Kami menilai Festival Tuntas Bahasa Ibu ini penting dan harus digelar setiap tahunnya karena akan melatih anak memiliki tata krama, membangun karakter sehingga anak memiliki adab yang baik tatkala dewasa nanti,” tuturnya.
Pada tahun sebelumnya Festival Tunas Bahasa Ibu digelar secara terpisah namun karena beberapa alasan khusus pada tahun ini dilaksanakan secara bersamaan.
Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu ini, kata dia, diikuti 105 peserta yang mewakili 455 sekolah dasar di daerah ini.
“Dari tujuh cabang yang dilombakan, empat cabang di antaranya selalu lolos ke tingkat Jawa Tengah. Di antaranya, macapat, komedi tunggal, geguritan dan menulis aksara Jawa,” pungkasnya.
Jurnalis: Anta
Editor: Ulfa






























