Semarang (lingkarjateng.id) – Tahun ini, pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) kembali hadir di Kota Semarang. Sebanyak 19 merek kendaraan akan meramaikan event tersebut di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Jumlah peserta tersebut lebih meningkat dibandingkan penyelenggaraan perdana GIIAS Semarang sebelumnya yang hanya diikuti sembilan merek. Sejumlah merek baru turut hadir dan menawarkan berbagai kendaraan serta teknologi terbaru kepada masyarakat Jawa Tengah.
“Kami antusias kembali menghadirkan GIIAS di Semarang. Tahun ini, hadir sejumlah merek baru yang menambah pilihan kendaraan dan teknologi bagi masyarakat Jawa Tengah,” ujar Project Director GIIAS The Series, Abiyoso Wietono.
GIIAS The Series 2026 di Semarang menjadi kota keempat dari rangkaian GIIAS tahun ini. Sebelum menyambangi Semarang, pameran otomotif tersebut telah digelar di BSD Kabupaten Tangerang, Surabaya, dan Bandung.
Tak hanya memamerkan kendaraan terbaru, GIIAS Semarang 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan interaktif bagi pengunjung selama pameran berlangsung.
Besarnya potensi pasar otomotif Jawa Tengah menjadi salah satu alasan pentingnya penyelenggaraan GIIAS di Semarang. Jawa Tengah tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat penjualan mobil yang cukup tinggi secara nasional.
“Jawa Tengah di posisi kelima dalam penjualan mobil nasional. Hingga April, penjualan mobil tercatat 14.195 unit,” kata Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Kukuh Kumara.
Menurut Kukuh, GIIAS menjadi salah satu sarana bagi industri otomotif untuk memperkenalkan produk sekaligus perkembangan teknologi kendaraan kepada masyarakat.
Gelaran GIIAS di Semarang tahun ini menjadi yang kelima kalinya. Dari tahun ke tahun, jumlah merek yang mengikuti pameran terus bertambah. “Dari 9 merek di awal penyelenggaraan, kini menjadi 19 merek. Ini menunjukkan GIIAS Semarang semakin strategis,” ujarnya.
“Dengan semakin banyaknya merek yang berpartisipasi, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melihat dan membandingkan kendaraan dalam satu lokasi,” ungkapnya
Dari sisi pemerintah daerah, GIIAS Semarang 2026 diharapkan memberikan dampak terhadap penjualan kendaraan sekaligus penerimaan daerah. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, mengatakan peningkatan transaksi kendaraan diharapkan ikut membantu pencapaian target Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
“Kami berharap GIIAS dapat mendorong penjualan kendaraan dan membantu mencapai target BBNKB tahun ini,” kata Masrofi.
Masrofi menyebut bahwa target BBNKB Jawa Tengah pada 2026 ditetapkan sebesar Rp2,1 triliun. Selain mengejar pertumbuhan transaksi, Pemprov Jateng juga mendorong perkembangan kendaraan listrik.
“Kami juga mendukung pertumbuhan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon dan mendorong ekonomi hijau,” pungkasnya.***
Editor : Adi Arfian





























