PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Sebanyak 16 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pekalongan menerima bantuan pemberdayaan usaha dari Muhammadiyah melalui Lazismu Kota Pekalongan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam kegiatan Tasharuf Program Pemberdayaan UMKM 2026 di Panti anak yatim Muhammadiyah Noyontaan kota Pekalongan, Kamis, 3 September 2026.
Program pemberdayaan tersebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026. Dari 27 pelaku UMKM yang mengajukan bantuan, sebanyak 16 penerima dinyatakan lolos setelah melalui proses verifikasi.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengapresiasi langkah Lazismu yang memberikan bantuan UMKM tanpa membatasi penerima berdasarkan latar belakang organisasi.
“Dan ini nggak harus atau wajib warga Muhammadiyah. Ini yang luar biasa. Jadi, semua boleh mengusulkan, tapi ada verifikasi tertentu,” kata pria yang akrab disapa Aaf.
Menurutnya, bantuan yang diberikan cukup membantu pelaku UMKM dalam menunjang kegiatan usaha. Bantuan di antaranya berupa gerobak, kompor gas, dan sejumlah peralatan usaha lainnya.
Aaf mengatakan, sebagian penerima bantuan merupakan pelaku UMKM yang usahanya sudah berjalan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membuat sarana usaha mereka menjadi lebih layak sekaligus mendorong perkembangan usaha.
“Ini untuk UMKM sangat lumayanlah. Dan kalau saya lihat, sih, mereka sebetulnya sudah jalan ya usahanya. Ada beberapa tadi yang memang sudah jalan,” ujarnya.
Ia mencontohkan salah satu penerima yang mendapatkan bantuan gerobak karena kondisi gerobak sebelumnya sudah tidak layak digunakan.
“Ada tetangga saya juga tadi, memang gerobaknya sudah hampir roboh lah, sudah peyot-peyot dan sebagainya. Alhamdulillah dapat dari Muhammadiyah. Mudah-mudahan jadi berkah,” katanya.
Selain bantuan peralatan, Aaf mendorong para penerima untuk melengkapi legalitas usahanya. Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindakop) akan membantu pelaku UMKM dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun sertifikasi halal.
“Jangan takut nanti akan dipersulit. Jangan takut bayar berapa. Nggak, semuanya gratis dan pasti akan dibantu oleh petugas dan staf dari Dindakop,” tegasnya.
Sementara itu, Tim Pelaksana UMKM Lazismu Kota Pekalongan, M. Khotib Amrullah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk simbolis dari program pemberdayaan yang telah dilaksanakan selama tiga bulan.
“Kegiatan hari ini adalah bentuk simbolis dari program kita yang sudah dua bulan kita jalankan, atau tiga bulan, dari bulan Juni, Juli, kemudian sampai Agustus. Penerimanya 16,” jelas Khotib.
Ia menyebut penerima bantuan berasal dari berbagai jenis usaha. Mulai dari usaha jasa, makanan kecil, hingga warung.
“Ini dari usahanya macam-macam. Ada yang jasa, ada yang makanan kecil, ada yang warung,” ujarnya.
Khotib berharap program tersebut tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, program itu sejalan dengan semangat Lazismu, yakni “memberi untuk negeri”, sekaligus menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Kemudian itu adalah bentuk semangat yang juga sering disampaikan oleh Muhammadiyah, bagaimana kita membantu, terutama untuk orang-orang yang lemah dalam hal ekonomi,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Alakbar
Editor: Muslichul Basid































