JEPARA, Lingkarjateng.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jepara mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran mengelola limbah dapur secara tepat.
PKK Jepara mengenalkan program ATM Mijel (Minyak Jelantah) untuk mengurangi minyak bekas dibuang sembarangan sehingga berisiko mencemari lingkungan.
Ketua TP PKK Jepara, Ella Witiarso Utomo, mengatakan minyak jelantah memiliki nilai ekonomi bila dikelola dengan baik.
“Minyak jelantah tidak seharusnya langsung dibuang karena masih memiliki nilai manfaat dan ekonomi,” ujarnya saat sosialisasi program Mijel di Gedung Shima Jepara pada Kamis, 3 September 2026.
Ella menyebut Jepara menjadi salah satu daerah di Jateng sudah menerapkan ATM Mijel dan telah mengumpulkan 54,36 liter minyak jelantah.
Program ini akan diperkuat dengan GEBER EMAS (Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat) bersama Bank Sampah Induk (BSI) pada September hingga Oktober di kecamatan masing-masing.
“Mari manfaatkan kesempatan ini agar pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan di rumah dan lingkungan kita, serta bernilai ekonomis,” katanya. (Adv)
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa































