Kab.Semarang (lingkarjateng.id) – Dampak kemarau panjang yang terjadi saat ini menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang mengalami kekeringan hingga krisis air bersih.
Salah satunya Dusun Bulu, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang yang saat ini dilanda krisis air bersih, hingga memaksa warga harus berburu air bersih di luar dusun tempat mereka tinggal.
“Kalau krisis air bersih sampai kekeringan ini sudah berjalan empat bulanan. Sehingga membuat sumur-sumur warga di sini kering semuanya, kami susah cari air bersih,” ungkap Mudrikah (45) warga dusun setempat saat antre mendapatkan air bersih, pada Rabu (2/9).
Menurut dia, kemarau yang terjadi hingga menimbulkan dampak kekeringan tahun ini adalah yang paling terparah, dari tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, kekeringan paling parah di tahun ini membuat warga Dusun Bulu, Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh hingga harus meminta bantuan droping air bersih.
“Tahun sebelumnya tidak sampai droping air, tahun ini saja kami sangat butuh droping air bersih. Selama dua minggu ini sudah sampai enam tangki yang dikirim,” ucapnya.
Mudrikah berujar, ketika air di rumah warga habis namun droping air belum kunjung datang, biasanya warga terpaksa membeli air isi ulang di luar dusun.
“Satu galon itu Rp5 ribu dan belinya harus keluar dari dusun. Di rumah saya, kebutuhan airnya itu satu hari bisa sampai tiga galon. Artinya ada uang yang harus kami keluarkan sekitar Rp15 ribu per hari untuk bisa punya air bersih di rumah,” imbuhnya.
Pemkab Semarang Salurkan Bantuan Air Bersih
Menyikapi kondisi tersebut pemerintah daerah bersama jajaran terkait melakukan penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah daerah terdampak kekeringan. Salah satunya di wilayah Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Rabu (2/9) sore.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha bersama BPBD, PMI dan Forkopimcan turun langsung ke Dusun Bulu, Desa Dadapayam, Suruh untuk memberikan bantuan air bersih.
“Sampai saat ini di Kabupaten Semarang ada wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan, dan durasinya memang cukup panjang sehingga bantuan droping air bersih ini kami lakukan,” ujar Ngesti Nugraha.
Droping air dilakukan Pemkab Semarang berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan air bersih warga masyarakat di Kabupaten Semarang terdampak kekeringan, hingga krisis air bersih.
Pada kesempata itu Bupati dan jajaran sekaligus meninjau titik lokasi rencana tempat pengeboran sumur bor air bersih yang diperuntukan bagi warga di dusun tersebut. (Lingkar Network/Hesty Imaniar)
Editor : Adi Arfian

































