SALATIGA, Lingkarjateng.id – Jaringan pipa berusia lebih dari 100 tahun dinilai sudah tidak ideal untuk distribusi air bersih di Kota Salatiga.
Direktur PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi, mengatakan terdapat sekitar 11 kilometer jaringan pipa tua peninggalan era Belanda yang kondisinya sudah tidak ideal dan membutuhkan peremajaan.
“Pipa era Belanda itu usianya sudah sangat tua. Bahannya juga rentan pecah,” kata Imron, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, usia jaringan yang sudah sangat tua membuat pipa lebih berisiko mengalami kerusakan dan kebocoran. Kondisi tersebut dapat mengganggu distribusi air serta berpotensi berdampak terhadap infrastruktur jalan apabila merembes ke permukaan.
Karena itu, kata dia, peremajaan pipa menjadi salah satu kebutuhan penting PDAM Salatiga. Menurutnya, pembenahan jaringan dapat mengurangi potensi kebocoran sekaligus menjaga kelancaran distribusi air kepada pelanggan.
Imron menjelaskan, persoalan jaringan air bersih di Salatiga tidak hanya disebabkan oleh usia pipa. Kondisi geografis Kota Salatiga yang memiliki kontur wilayah naik turun juga menjadi tantangan dalam menjaga tekanan air tetap stabil.
Perbedaan elevasi menyebabkan tekanan air di sejumlah wilayah tidak merata. Kawasan yang berada di lokasi lebih tinggi maupun jauh dari sumber air berpotensi menerima tekanan air lebih kecil.
“Selain pipa, yang sangat dibutuhkan adalah reservoir. Kontur Salatiga naik turun sehingga tekanan air di beberapa wilayah sangat kecil,” jelasnya.
PDAM Salatiga juga terus melakukan penataan jaringan untuk memperbaiki distribusi. Salah satunya di kawasan Warak yang telah diubah sehingga aliran air kepada pelanggan menjadi lebih lancar.
Sementara itu, persoalan tekanan air masih menjadi perhatian di wilayah Blotongan. Jarak kawasan tersebut dengan sumber air Kalisombo yang cukup jauh membuat tekanan air berkurang sepanjang jaringan.
“Kalau Blotongan, airnya sangat jauh dari sumber Kalisombo. Tekanannya habis di jalan,” ungkap Imron.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM mempertimbangkan penambahan reservoir atau tempat cadangan air maupun pencarian sumber air baru.
Menurutnya, reservoir dinilai dapat membantu menjaga tekanan dan kestabilan distribusi air, khususnya ke wilayah yang berada jauh dari sumber maupun memiliki elevasi lebih tinggi.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































