Pekalongan (lingkarjateng.id) – Dinas Koperasi, UKM dan Naker Kabupaten Pekalongan menyebut produk Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dinilai unggul dari sisi mutu, namun mayoritas masih terjebak penjualan lokal.
“Produk IRTP di Kabupaten Pekalongan sudah baik dari segi mutu. Tapi, mayoritas masih terjebak pada pola penjualan lokal,” ujar Kabid UMKM Dinkop UKM dan Naker, Roufah Ainani Setianingrum saat menjadi narasumber pada Bimtek penyuluhan bagi IRTP di Hotel Grand Dian Wiradesa, Pekalongan pada Selasa (1/9/2026).
“Di sinilah jejaring bisnis dan legalitas berperan penting sebagai kunci utama agar naik kelas,” sambungnya.
Menurutnya, keterbatasan akses pasar dan saluran distribusi menjadi persoalan utama pelaku usaha mikro di daerah.
Ainani menyampaikan bahwa legalitas usaha meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), izin P-IRT, hingga sertifikasi halal, bukan sekadar syarat administrasi. Namun, pintu gerbang menuju kemitraan dengan ritel modern, pasar daring, dan toko oleh-oleh.
“Legalitas tidak hanya menjamin keamanan pangan, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen dan mitra usaha. Dokumen tersebut menjamin keamanan pangan sekaligus membangun kepercayaan konsumen dan mitra bisnis,” jelasnya.
Selain perizinan, lanjut Ainani, pembentukan ekosistem bisnis kolektif menjadi kunci efisiensi. Melalui jaringan bersama, pelaku IRTP dapat bernegosiasi harga bahan baku secara kelompok, menekan biaya logistik, serta menyusun promosi gabungan seperti paket hampers.
Melalui pemanfaatan jejaring teknologi digital juga didorong, mulai dari pemasaran di media sosial dan marketplace hingga penggunaan QRIS untuk merampingkan pencatatan keuangan.
Dinkop menargetkan setiap pelaku IRTP mampu menjalin minimal lima relasi bisnis baru dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, melalui keaktifan di komunitas UMKM dan agenda business matching.
“Sebagai langkah konkret, kami dari dinas menargetkan setiap pelaku usaha mampu menjalin minimal lima relasi bisnis baru, dalam kurun waktu tiga bulan ke depan melalui keaktifan di komunitas UMKM dan agenda business matching,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian































