BATANG, Lingkarjateng.id – Layanan bus Trans Jateng akan hadir di Kabupaten Batang khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang untuk menopang mobilitas masyarakat menuju kawasan idustri tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batang, Agung Widodo, menjelaskan operasional transportasi publik itu sudah mendapat lampu hijau dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rencananya halte Trans Jateng akan disediakan di Plelen.
“Berapa kali pertemuan dengan provinsi, alhamdulillah kita mendapatkan positif. Jadi nanti Trans Jateng ini juga akan mendukung kegiatan di KITB. Pergeseran titik halte dipusatkan ke wilayah yang bersentuhan langsung dengan area industri,” terangnya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Untuk menyambung akses dari titik pemberhentian bus utama menuju ke dalam kawasan KITB, Pemkab Batang juga merancang ketersediaan moda angkutan pengumpan (feeder).
“Jangan sampai bus utama sudah lalu-lalang, tetapi moda pengumpannya justru belum siap melayani penumpang. Jangan sampai nanti Trans Jateng sudah sampai, ternyata feeder-nya yang belum siap. Ini nanti juga akan ada kajian dari timnya,” tegasnya.
Dishub juga akan berkoordinasi dengan pengusaha angkutan umum lokal dan berencana menggandeng Organisasi Angkutan Darat (Organda) agar para pelaku usaha angkutan eksisting dapat dirangkul ke dalam ekosistem transportasi baru ini.
“Nanti kami itu kan ada organisasi ini ya, Organda. Nanti kami akan koordinasi terkait dengan itu. Harapannya semuanya bisa terakomodir. Langkah ini diambil sekaligus sebagai momentum transformasi layanan angkutan umum lokal agar lebih modern dan sesuai dengan standar kebutuhan masyarakat saat ini yang mendambakan kenyamanan serta ketepatan waktu,” ungkapnya.
Sementara terkait tarif transportasi akan disesuaikan dengan daya beli masyarakat. Dishub Batang akan menggelar studi Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) pada tahun 2027 untuk melakukan kajian sebagai bahan pertimbangan.
“Karena kita harus berhitung kira-kira dengan kemampuan itu seperti apa untuk menjadi bahan pertimbangan,” ucapnya.
Di sisi lain, ia menyebut proyeksi transportasi ini dirancang dalam jangka panjang untuk menghubungkan aglomerasi Petanglong (Pemalang, Batang, Kabupaten dan Kota Pekalongan). Meski begitu, fokus terdekat tetap dialokasikan penuh untuk kebutuhan lokal.
“Ke depannya harapannya itu sampai dengan Petanglong, jadi sampai dengan Kabupaten Pekalongan. Cuma memang untuk bertahap di 2028 masih untuk mengakomodir Kabupaten Batang,” terangnya.
Editor: Ulfa































