Blora (lingkarjateng.id) – Kerusakan jembatan Sumber Kecamatan Kradenan – Blora yang terjadi setahun lalu menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan, disisi selatan jembatan.
Warga meminta agar Pemkab Blora bisa menangani sementara mengingat sebentar lagi musim penghujan akan segera datang. Mereka khawatir jika tidak ditangani jembatan dan jalan akan putus.
“Kerusakan sudah mengancam keselamatan pengguna jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Siapapun yang melintas pasti akan merasa prihatin atas kerusakan ini karena tidak segera diperbaiki,” ujar Djoko Sutrisno, warga Sumber ditemui Jumat (21/8).
Menurutnya, jurang jembatan rusak sempat membawa korban meskipun tidak sampai meninggal dunia. Beberapa waktu lalu, sekira pukul 22.00 WIB. Seorang pemuda jatuh dan terperosok ke jurang jembatan. Hingga akhirnya bisa dievakuasi oleh warga yang melintas.
“Anaknya Pak Kamituo Turi jatuh ke jurang karena tidak mengenal medan. Minimnya penerangan juga membuat jembatan ini sangat berbahaya,” ungkapnya.
Dari pantauan di lapangan tampak sayap jembatan mengalami abrasi akibat longsoran. Bahkan, separuh badan jalan ambles, menyebabkan kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian di satu jalur yang sangat sempit.
Kerusakan jalan mencapai panjang 20 meter dan lebar 2 meter, membuat jalur ini tidak bisa dilalui kendaraan berat seperti truk dan bus. Kondisi ini memaksa pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas di lokasi. Apalagi rambu-rambu dan pembatas longsoran sudah hilang.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blora, Danang Adiamintara saat dimintai konfirmasi mengatakan bahwa sebenarnya penangan jembatan tersebut menjadi kewenangan BNPB yang pernah ada rencana menangani.
“Namun apabila nanti tidak ada perkembangan akan kami ajukan untuk perbaikan di APBD 2027,” kata Danang saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, penanganan jembatan itu harus dilakukan dari dasar hingga ke atas. Tidak boleh asal dikarenakan volume air dimusim penghujan cukup tinggi. Sehingga pondasi dasar harus benar-benar kuat.
“Jika ditangani sementara atau cuma diurug itu tidak akan menyelesaikan karena dasarnya sudah rentan,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Hanafi
Editor : Redaksi































