SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meminta implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) tidak sekadar menjadi formalitas untuk memenuhi ketentuan regulasi. KKPD diharapkan menjadi bagian dari perubahan budaya kerja dalam pengelolaan keuangan daerah yang semakin digital.
Menurut Robby, penerapan KKPD harus dimanfaatkan untuk mendorong aparatur pemerintah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah.
“Jangan jadikan implementasi KKPD sekadar formalitas untuk mematuhi regulasi. Lebih dari itu, mari jadikan ini sebagai upaya membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegas Robby dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia mendorong Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SKPD dan Bendahara Pengeluaran menjadi motor penggerak perubahan di masing-masing perangkat daerah.
Robby menilai koordinasi antara Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA), BPKPD, dan perbankan mitra perlu terus diperkuat. Langkah tersebut penting agar berbagai kendala dalam implementasi KKPD dapat segera ditemukan dan diselesaikan.
Selain itu, Robby juga meminta peran perbankan dalam penerapan KKPD tidak hanya sebatas sebagai penyedia layanan transaksi. Ia mendorong perbankan aktif memberikan edukasi, pendampingan, serta solusi kepada perangkat daerah.
“Peran perbankan juga perlu diperluas, tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi turut memberikan edukasi, pendampingan, dan solusi bagi perangkat daerah,” ujarnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar

































