GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Sejumlah titik di ruas Jalan Semarang-Purwodadi, Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, mulai mendapat penanganan. Perbaikan difokuskan pada bagian jalan yang dinilai paling rawan mengalami kerusakan, terutama ketika musim hujan.
Sub Koordinator Pengawas Wilayah Bina Marga Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sambodo, mengatakan pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp2,4 miliar dengan durasi pelaksanaan 120 hari.
“Anggaran Rp2,4 miliar, waktu pelaksanaan 120 hari,” ujar Wimas saat dikonfirmasi, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Wimas, penanganan mencakup total sekitar 400 meter ruas jalan. Meski demikian, pekerjaan tidak dilakukan sepanjang ruas tersebut karena anggaran yang tersedia membuat pemerintah harus menentukan sejumlah titik prioritas.
“Total 400 meter, tapi spot-spot yang sudah dipilih dan ada yang cuma bongkar satu sisi,” jelasnya.
Menurutnya, penentuan lokasi perbaikan dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan dan kondisi kerusakan jalan. Titik yang sering mengalami kerusakan ketika hujan menjadi prioritas untuk ditangani.
“Iya, fokus kita lokasi yang sering rusak ketika hujan. Pilih yang paling parah karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Salah satu lokasi yang mendapat penanganan khusus berada di Desa Bringin. Di titik tersebut, badan jalan mengalami ambles sehingga diperlukan konstruksi yang lebih kuat untuk mengatasi persoalan pada struktur jalan.
“Yang paling utama di daerah Bringin itu karena jalannya ambles, maka didesain pakai konstruksi bore pile,” katanya.
Ia menjelaskan penggunaan metode bore pile ditujukan untuk memperkuat struktur pada bagian jalan yang mengalami ambles.
Dengan konstruksi tersebut, penanganan diharapkan tidak hanya memperbaiki lapisan permukaan, tetapi juga mengatasi persoalan struktur yang menyebabkan jalan mengalami penurunan.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid



































