SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menawarkan proyek Salatiga Geriatric Wellness and Senior Living (Tropical Wellness Village) sebagai peluang investasi sektor kesehatan dan hunian lansia.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menjelaskan tropical wellness village merupakan proyek yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan layanan bagi populasi lanjut usia yang terus meningkat sekaligus membuka peluang investasi baru di Kota Salatiga.
“Salatiga tidak hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga membangun masa depan. Kami ingin menghadirkan kota yang nyaman untuk dihuni, sehat untuk dinikmati, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat, khususnya para lansia,” kata dalam keterangan yang diterima pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, Indonesia telah memasuki fase ageing population (penuaan penduduk). Pada 2025, proporsi lansia mencapai 11,93 persen atau sekitar 33,94 juta jiwa. Di Salatiga, 53,7 persen rumah tangga memiliki anggota lansia.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap layanan kesehatan, rehabilitasi, hunian, pendampingan, hingga ruang sosial yang ramah lansia.
Robby menjelaskan tropical wellness village dirancang di Dusun Ngemplak, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo dengan luas lahan sekitar 17.658 meter persegi dan akses utama melalui Jalan Kyai Mbilung. Kawasan tersebut akan terbagi menjadi dua blok.
Blok A seluas sekitar 5.784 meter persegi disiapkan sebagai pusat layanan medis. Fasilitasnya meliputi klinik geriatri, fisioterapi, diagnostik, homecare, administrasi, area publik, dan parkir. Sedangkan Blok B dengan luas sekitar 11.844 meter persegi dikembangkan sebagai kawasan hunian lansia.
“Di dalamnya direncanakan terdapat 300 kamar lansia, 20 villa lansia, 10 guest room, community hub, serta healing garden,” jelasnya.
Konsep tropical wellness village tidak hanya menyediakan tempat tinggal bagi lansia. Kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem terpadu yang memadukan layanan kesehatan, rehabilitasi, hunian, dan aktivitas sosial.
“Dengan konsep tersebut, kebutuhan lansia diharapkan dapat dipenuhi secara menyeluruh, mulai dari kesehatan fisik dan mental hingga interaksi sosial dan kualitas hidup,” katanya.
Untuk mendukung realisasi proyek, Pemkot Salatiga menyiapkan sejumlah kemudahan investasi melalui Perwali Nomor 33 Tahun 2025. Kemudahan tersebut mencakup insentif fiskal, perizinan terintegrasi melalui OSS-RBA, serta fasilitasi lahan dan infrastruktur sesuai ketentuan.
“Kami membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan investor untuk merealisasikan proyek tersebut,” ujarnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa


































