PATI, Lingkarjateng.id – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Pati. Berdasarkan data pada aplikasi BPJS Kesehatan, kasus ISPA tercatat mencapai lebih dari 600 ribu kasus.
Di posisi berikutnya ada mikosis, penyakit virus lainnya, infeksi akibat virus arthropod-borne dan demam berdarah, tuberkulosis (TBC), penyakit bakteri lainnya, penyakit akibat infeksi virus pada sistem saraf pusat, lalu pedikulosis, akariasis, dan infestasi lainnya.
ISPA sendiri merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
Penyakit ini mudah menular dan dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Sebagian besar kasus dipicu oleh infeksi virus, seperti influenza, sedangkan infeksi bakteri umumnya menimbulkan gejala yang lebih berat.
Gejala ISPA bervariasi, mulai dari batuk, pilek, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, hingga sesak napas.
Pada kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami sinusitis, penurunan kadar oksigen yang ditandai warna kulit kebiruan, hingga gangguan pernapasan yang memerlukan penanganan medis.

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISPA antara lain anak-anak, lanjut usia, perokok, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis atau daya tahan tubuh lemah.
Kasus penyakit ini juga cenderung meningkat saat musim pancaroba maupun ketika kualitas udara memburuk.
Sebagian besar ISPA akibat infeksi virus dapat sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu dengan perawatan mandiri. Penanganan umumnya meliputi istirahat yang cukup, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi obat penurun demam atau pereda nyeri sesuai kebutuhan, serta obat batuk apabila diperlukan.
Penderita juga dianjurkan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk membantu memperlancar pernapasan.
Masyarakat bisa menerapkan langkah pencegahan guna menekan risiko penularan ISPA. Upaya tersebut meliputi rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menghindari kebiasaan merokok, tidak sering menyentuh area wajah dengan tangan yang belum bersih.
Kemudian mengonsumsi makanan bergizi tinggi serat, menjaga daya tahan tubuh dengan vitamin bila diperlukan, serta berolahraga secara rutin sedikitnya 150 menit setiap pekan.

































