SEMARANG, Lingkarjateng.id – Partai Golkar Jawa Tenggah akan fokus penguatan organisasi tingkat kecamatan dan desa usai regenerasi kepemimpinan lewat Musyawarah Daerah (Musda) DPD II di 35 kabupaten/kota.
Wakil Ketua DPD Golkar Jateng, Anton Lemi, mengatakan usai musda yang digelar di Wonosobo, sejumlah daerah telah mulai menata kepengurusan di tingkat bawah sebagai bagian dari konsolidasi internal.
Partai Golkar juga telah menyusun tahapan persiapan menghadapi Pemilu 2029 secara bertahap. Tahun 2026 difokuskan untuk memperkuat fondasi organisasi melalui penataan struktur, personel, dan program kerja.
“Persiapan menjelang Pemilu 2029 itu ada tahapan-tahapannya. Jadi tahun 2026 ini adalah konsolidasi organisasi dulu. Menata struktur organisasi dan menata personelnya, dan menata program. Jadi disiapkan tiga komponen inti,” jelasnya, Jumat, 24 Juli 2026.
Penataan organisasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat pusat hingga desa, termasuk organisasi sayap. Kepengurusan di setiap tingkatan diharapkan diisi oleh kader-kader yang memiliki kapasitas, dedikasi, dan visi membangun partai.
“Sehingga harapannya tahun 2026 konsolidasi tingkat desa sebelum HUT Partai Golkar tanggal 20 Oktober 2026 semua sudah selesai,” ungkapnya.
Pada 2027 Partai Golkar akan menyusun strategi pemenangan Pemilu 2029 dengan menerjemahkan program-program strategis yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tahap implementasi akan dilakukan pada 2028 melalui penguatan kerja para calon di lapangan, sebelum memasuki tahapan pemenangan pada Pemilu 2029.
“Tahun 2028 para calon sudah di lapangan. Tahun 2029 mulai kita mengatur strategi, mencari kursi sebanyak-banyaknya sesuai dengan kemampuan-kemampuan baik DPR RI, DPRD provinsi maupun kabupaten kota, memilih kader-kader terbaik yang bisa mendapatkan simpati rakyat,” imbuh Anton.
Anton juga menyampaikan arahan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia kepada seluruh kader untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendukung berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, kader Partai Golkar memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai berbagai program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), industrialisasi dan hilirisasi, hingga Sekolah Rakyat.
“Tugas kita itu menyampaikan program-program yang bisa diterima oleh rakyat melalui kegiatan sosialisasi, melalui reses, maupun aspirasi-aspirasi yang disampaikan pada dewan untuk diaplikasikan, diberikan pada rakyat,” beber Anton.
Sementara Ketua DPD Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengatakan bahwa rampungnya Musda di seluruh 35 kabupaten/kota menjadi tonggak penting bagi Golkar Jateng untuk memasuki fase konsolidasi organisasi.
Menurutnya, kepengurusan baru di setiap daerah diharapkan segera bekerja memperkuat struktur partai hingga tingkat desa sebagai bekal menghadapi agenda politik ke depan. Ia berharap, seluruh kader dapat menjaga soliditas dan menjadikan hasil Musda sebagai momentum mempererat persatuan.
“Kami optimistis, dengan organisasi yang semakin tertata, kader yang solid, serta program yang menyentuh masyarakat, Partai Golkar akan semakin siap menghadapi Pemilu 2029 sekaligus mengawal dan menyukseskan berbagai program pemerintah demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network




























