PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota Pekalongan mengikuti tahap dua penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 kategori kota.
Pada tahap ini, Tim Penilai Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melakukan wawancara dan verifikasi terhadap kinerja pembangunan, kualitas dokumen perencanaan, proses penyusunan, serta implementasi program unggulan daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Buketan, Kantor Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Senin (29/6/2026), dipimpin Perencana Ahli Utama Bappenas, Oswar Muadzin Mungkasa, dan dihadiri Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab beserta jajaran Pemerintah Kota Pekalongan dan para pemangku kepentingan.
Perencana Ahli Utama Bappenas, Oswar Muadzin Mungkasa, menjelaskan tahap dua merupakan bagian penting dalam proses penilaian PPD untuk memastikan kualitas pembangunan yang telah dijalankan pemerintah daerah.
“Tahap ini merupakan proses wawancara dan verifikasi untuk memastikan kinerja pencapaian pembangunan, kualitas dokumen perencanaan, proses penyusunannya, serta implementasi program unggulan di daerah,” ujarnya di Ruang Buketan, Kantor Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Senin, 29 Juni 2026.
Penilaian PPD terdiri atas tiga tahapan, yakni penilaian dokumen perencanaan, wawancara dan verifikasi, serta presentasi. Pada Tahap II, penilaian difokuskan pada empat aspek utama, meliputi capaian pembangunan, kualitas dokumen perencanaan, proses penyusunan dokumen, dan program unggulan daerah.
Menurut Oswar, keberhasilan Kota Pekalongan menembus tahap dua menjadi capaian tersendiri mengingat persaingan yang cukup ketat.
“Dari 98 pemerintah kota di Indonesia, Kota Pekalongan berhasil lolos hingga Tahap II. Penilaian ini tidak hanya mencari daerah terbaik, tetapi juga praktik pembangunan yang bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” katanya.
Ia berharap semakin banyak pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses perencanaan pembangunan sehingga program yang dihasilkan semakin berkualitas, tepat sasaran, dan mampu menjadi contoh bagi daerah lain.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab menyampaikan bahwa pembangunan di Kota Pekalongan berlandaskan filosofi “Maju Bareng, Kopen Kabeh, Seneng Sak Lawase”, yang mengedepankan semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan kami dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Kami juga melibatkan kelompok rentan seperti perempuan, lansia, penyandang disabilitas, hingga generasi muda agar kebijakan yang dihasilkan semakin inklusif dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Balgis, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami yakin membangun Kota Pekalongan tidak bisa dilakukan sendiri. Kopen Kabeh menjadi komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan juga memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi andalan dalam penilaian PPD. Salah satunya adalah layanan Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah menjangkau sekitar 98 persen penduduk Kota Pekalongan.
Melalui program tersebut, masyarakat cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk memperoleh layanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit.
Balgis menegaskan, meskipun sejumlah daerah melakukan efisiensi anggaran kesehatan, Pemkot Pekalongan tetap mempertahankan bahkan meningkatkan komitmen pendanaan agar layanan kesehatan tetap optimal.
Pemkot Pekalongan juga mengembangkan Program Batik Berlian melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Program ini difokuskan pada pengurangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan perlindungan bagi pekerja rentan, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga pendampingan secara berkelanjutan.
Selain itu ada program untuk kesejahteraan masyarakat, di antaranya bantuan operasional bagi takmir masjid dan musala yang disertai perlindungan asuransi, dukungan kepada sekitar 2.900 kader Posyandu dalam pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), bantuan operasional bagi RT dan RW, serta penguatan sektor unggulan batik dan perikanan.
“Kami optimistis pembangunan yang disusun secara partisipatif dan didukung berbagai inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Kota Pekalongan di tingkat nasional,” ujar Balgis.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa































