PATI, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau kondisi rob yang merendam permukiman warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati pada Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut data BPBD Pati, rob di Tunggulsari merendam 73 rumah warga yang tersebar di lima rukun tetangga (RT), yakni 3 rumah di RT 01, 9 rumah di RT 02, 17 rumah di RT 03, 8 rumah di RT 04, dan 36 rumah di RT 05.
Dari hasil tinjauannya, Gubernur Jateng menilai rob di Tunggulsari sudah masuk kategori serius karena sudah berdampak pada aktivitas harian masyarakat hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Dampak rob ini luar biasa, khususnya di wilayah Tayu, Pati,” ujarnya.
Gubernur Jateng memastikan pemerintah provinsi menyiapkan anggaran Rp400 juta untuk pembangunan tanggul darurat agar menahan masuknya air laut ke permukiman.
“Yang paling utama adalah membuat tanggul agar air rob tidak masuk rumah. Untuk jangka pendek kita siapkan dana Rp400 juta,” ungkapnya.
Rob Rendam Sejumlah Desa di Margoyoso-Tayu, DPRD Pati Dorong Penanganan Khusus
Anggaran tersebut akan difokuskan untuk pembangunan tanggul darurat pada titik-titik kritis yang selama ini menjadi jalur masuk air laut ke kawasan permukiman.
Selain penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pati juga mulai menyiapkan konsep penanganan jangka panjang.
Salah satunya pembangunan sistem tanggul laut terintegrasi yang diharapkan mampu menjadi solusi permanen terhadap ancaman rob di kawasan pesisir utara Kabupaten Pati.
“Untuk jangka panjang itu nanti banyak yang harus kita kerjakan, nanti kita rapatkan kembali untuk mengambil langkah-langkah komperhensif,” terangnya.
Rob di wilayah Tayu telah terjadi berulang setiap tahun. Namun, dalam beberapa bulan terakhir ketinggian air meningkat. Akibatnya mobilitas hingga ekonomi masyarakat terganggu.
Salah satu warga terdampak, Jumi’ah, mengaku rob yang menggenangi desanya telah berlangsung lebih dari satu bulan. Ia yang biasa berjualan pun terpaksa pindah lokasi yang lebih aman.
“Air masuk rumah kurang lebih setengah meter. Saya sampai harus memindahkan dagangan ke tempat yang lebih tinggi supaya tetap bisa berjualan,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetyo hingga Selasa, 23 Juni belum ada warga terdampak rob yang mengungsi.
Berdasarkan pemantauan pada Sabtu malam, 21 Juni hingga Minggu pagi, 22 Juni genangan air di sebagian wilayah terdampak berangsur surut.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa





























